Memahami Prinsip Triase di UGD

Memahami Prinsip Triase di UGD

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Rabu, 08 Jun 2016 18:03 WIB
Memahami Prinsip Triase di UGD
ilustrasi triase (Foto: Radian Nyi Sukmasari)
Jakarta - Prinsip triase umumnya diterapkan di UGD. Meski terkadang membuat pelayanan terasa lambat, tapi bertujuan meningkatkan keberhasilan penanganan pasien.

Prinsip Triase mengharuskan UGD untuk mengelompokkan pasien berdasarkan berat ringannya kasus, harapan hidup dan tingkat keberhasilan yang akan dicapai sesuai dengan standar pelayanan UGD yang dimiliki. Inilah yang kadang membuat layanan di UGD terasa lambat.

"Setiap pasien masuk gawat darurat pasti melalui triase untuk menentukan keseriusan pasien atau korban tersebut," kata Rahmawati Husein, Ph D, Program Koordinator Nasional Hospital Preparedness and Community Readiness for Emergency and Disaster (HPCRED).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk prinsip triase sendiri, Rahmawati menjelaskan terdapat tiga warna untuk menentukan kondisi sang pasien. Mulai dari hijau yang merupakan kondisi ringan, kemudian kuning yang artinya kondisi sedang, dan yang terakhir merah yang berarti bahaya.

Baca juga: Saat Terjadi Bencana, Ini yang Harus Dilakukan Rumah Sakit

"Dokter UGD yang akan men-skrining pasien tersebut apakah dia hijau, merah, atau merah melalui pengecekan. Misalnya dari cara pernapasan atau denyut nadi pasien tersebut," lanjut Rahmawati saat ditemui dalam konferensi pers 'Komitmen Muhammadiyah bersama Pemerintah Australia, Kementerian Kesehatan, BNPB, PERSI, KARS untuk Mendukung Penerapan Program Rumah Sakit Aman di Indonesia' di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/6/2016).

Selain pada UGD, sistem ini juga diterapkan pada saat terjadinya bencana. Maka dari itu perlunya pelatihan basic life supprot yang tidak hanya pada dokter atau perawat saja, tetapi juga pada calon dokter maupun calon perawat.

"Basic life support training juga bisa dilatih pada calon dokter atau perawat sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing," kata Rahmawati yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut.

Pada kondisi bencana, tenaga medis akan melakukan skrining berdasarkan tingkat kegawatan sehingga bisa dipilih mana korban yang bisa ditolong langsung di lapangan dan mana korban yang harus dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Mengenal Triage, Garis 4 Warna untuk Arah Evakuasi Pasien di UGD

(vit/vit)

Berita Terkait