Rabu, 08 Jun 2016 18:33 WIB

Mengenal 4 Macam Operasi Bariatrik Sebagai Alternatif untuk Atasi Obesitas

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: iStock
Jakarta - Ketika diet dan pengaturan pola hidup memberi hasil nihil dalam upaya menurunkan berat badan, maka bedah bariatrik bisa jadi cara alternatifnya. Untuk operasi bariatrik sendiri terdapat empat jenis.

Diungkapkan dr Errawan R. Wiradisuria, SpB(K)BD dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), empat jenis operasi bariatrik yaitu Laparoscopic Adjustable Gastric Banding (LAGB), Biliopancreatoc Diversion with Duedenal Switch (BPD-DC), Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG), dan Roux-en-Y Gastric Bypass (RYGB).

Berikut ini penjelasan masing-masing teknik tersebut seperti penjelasan dr Errawan dalam temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta Barat baru-baru ini:

1. Laparoscopic Adjustable Gastric Banding (LAGB)

Laparoscopic Adjustable Gastric Banding (LAGB)


Prosedur ini mengikat leher lambung dengan pita yang diisi air. Semakin banyak air yang dimasukkan pada pita, maka leher lambung makin tercekik. Disebut Adjustable, karena ikatan pita pada lambung bisa dilonggar-ketatkan.

"Prinsipnya lambungnya ini diikat, bukan dipotong. Biasanya seminggu pasien merasa bisan terus minta dibuka. Saat ini prosedur ini mulai tidak populer. Dalam waktu 24 bulan, berat badan pasien turun 40 persen," kata dr Errawan.

2. Biliopancreatoc Diversion with Duedenal Switch (BPD-DC)

Biliopancreatoc Diversion with Duedenal Switch (BPD-DC)


"Prosedur ini lebih rumit dibanding tiga prosedur lainnya. Umumnya BPD-DS efektif untuk diabetesi. Meskipun, dengan teknik lain misalnya Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG) pun bisa saja berguna untuk menurunkan kadar gula darah terlalu tinggi pada pasien diabetes," kata dr Errawan.

Dalam waktu 18 bulan, biasanya berat badan pasien bisa turun 75 sampai 90 persen.

3. Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG)

Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG)


Prosedur ini dikatakan dr Errawan paling banyak dipakai karena relatif mudah, nyaman untuk pasien, minim risiko, dan efektivitasnya sama dengan Biliopancreatic Diversion with Duodenal Switch (BPD-DS) dan Roux-en-Y Gastric Bypass (RYGB).

"Pada LSG, lambung kita potong seperti bentuk tangan panjang dengan teknik laparoskopi. Kemudian, sisa lambung yang sudah dipotong kita jepret dengan staples yang terbuat dari titanium. Sisa potongan lambung kurang lebih 75 persen dibuang," tuturnya.

Dengan prosedur ini, berat badan pasien bisa turun 50 sampai 80 persen dalam waktu 12 bulan.

4. Roux-en-Y Gastric Bypass (RYGB)

Roux-en-Y Gastric Bypass (RYGB)


Roux-en-Y Gastric Bypass (RYGB) melakukan pemotongan dan penyambungan pada lambung sehingga bentuknya seperti huruf R dan Y. Pada prosedur ini, bagian lambung yang dipotong lebih banyak dan bagian yang dibuang hampir 7/8, kemudian dilakukan penyambungan.

"Dalam waktu 12 sampai 18 bulan, berat badan pasien bisa turun 60 sampai 85 persen," ujar dr Errawan.

Baca juga: Ini Daftar Sakit Perut yang Sering Dialami & Cara Penanganannya

(rdn/vit)