Waspada Demam Kuning, Kongo Perketat Perbatasan dengan Angola

Waspada Demam Kuning, Kongo Perketat Perbatasan dengan Angola

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 09 Jun 2016 11:28 WIB
Waspada Demam Kuning, Kongo Perketat Perbatasan dengan Angola
Foto: Reuters
Jakarta - Demam kuning yang melanda Angola berpotensi menyebar ke negara tetangga. Kongo pun perketat perbatasan untuk menghindari terjadinya penularan.

Juru bicara WHO untuk Kongo, Eugene Kabambi, mengatakan sudah ada dua kasus demam kuning di Kongo yang terkonfirmasi. Meski begitu, dua kasus ini merupakan infeksi lokal dan bukan merupakan penyakit impor dari Angola.

"Tentu saja upaya pencegahan sudah dilakukan melalui surveilans. Namun tidak bisa dipungkiri juga pengawasan perbatasan harus diperketat untuk mencegah terjadinya penularan penyakit yang tidak diinginkan," tutur Kabambi, dikutip dari Reuters, Kamis (9/6/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum diketahui kondisi 2 pasien demam kuning tersebut. Pasien masih mendapat perawatan di Pasteur Institute, Dakar dan National Institute of Biomedical Research.

Baca juga: Peneliti Waspadai Demam Kuning di Angola Menyebar ke Seluruh Dunia

Di sisi lain, Angola masih kewalahan menghadapi wabah demam kuning yang sudang menginfeksi hampir 3.000 orang. WHO mengatakan data terakhir sudah ada 325 orang yang meninggal akibat demam kuning yang melanda sejak Februari.

Demam kuning merupakan penyakit bersumber nyamuk, mirip dengan demam berdarah dan chikungunya.

Nama penyakit demam kuning muncul karena dua gejala utama penyakit ini, yakni demam dan kulit menguning (jaundice). Demam terjadi akibat infeksi virus yang menyerang.

Sementara warna kulit yang menguning terjadi akibat adanya kerusakan pada hati (liver) seseorang. Efek infeksi ini juga bisa menyebabkan perdarahan dalam, gangguan ginjal serta gangguan pembuluh darah.

Sama seperti keluarga Flavirus lainnya, penyakit demam kuning terbagi menjadi tiga fase. Fase pertama adalah gejala ringan seperti mual, pusing, demam dan nyeri di sekujur tubuh. Sebagian besar orang yang terserang demam kuning akan sembuh sendiri setelah beberapa hari.

Namun 15-25 persen pasien akan lanjut ke fase kedua, di mana gejala bertambah parah. Kulit menguning, demam tinggi, muntah darah merupakan gejala utama fase kedua. Pasien yang merasakan gejala ini harus segera mendapat penanganan.

Fase ketiga muncul jika pasien terlambat mendapat penanganan. Gangguan hati menyebabkan terjadinya hepatitis dan ditunjukkan dengan menguningnya mata dan kulit. 50 Persen dari pasien yang mencapai fase tiga meninggal dunia.

Baca juga: 5 Hal Penting yang Harus Diketahui Soal Penyakit Demam Kuning

(mrs/vit)

Berita Terkait