Jumat, 10 Jun 2016 19:44 WIB

Bisakah Orang dengan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Disembuhkan?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Ketika seseorang didiagnosis dengan gangguan pendengaran dan ketulian, apakah kondisi ini bisa disembuhkan dan pasien dapat mendengar kembali?

Menurut dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan dari RS PHC Surabaya dan RS Petrokimia Gresik, dr Artono, SpTHT-KL(K), FICS, hal ini bergantung pada jenis gangguan dan derajat gangguan yang dideritanya.

"Pasien dengan serumen yang membuntu di liang telinga, dengan dibersihkan serumennya maka pendengarannya bisa pulih," tutur dr Artono kepada detikHealth.

Baca juga: Kenali, Begini Cara Telinga 'Menangkap' dan Mengantar Suara ke Otak

Namun bagi pasien dengan infeksi telinga kronis yang mengalami telinga berair, dengan jenis gangguan pendengaran konduktif ringan sampai sedang, maka terapinya tak sekadar membersihkan serumen. Pilihan terapinya adalah operasi tympanoplasty.

"Tujuan utama operasinya adalah eradikasi jaringan patologi di dalam telinga tengah, sehingga dicapai telinga yang kering, kemudian akan dilakukan rekonstruksi untuk mencapai peningkatan pendengarannya," terang dr Artono.

Untuk bayi yang mengalami tuli sejak lahir atau orang dewasa yang mengalami tuli saraf derajat sedang sampai berat, pilihannya adalah penggunaan alat bantu dengar. Apabila dengan alat bantu dengar tidak terbantu, maka disarankan melakukan implan koklea.

"Yang pasti, tindakan, operasi dan derajat kesembuhan pasien bergantung dari jenis penyakit, jenis dan derajat ketuliannya. Hasil tidak bisa disamaratakan tiap orang," tegas dr Artono. (ajg/vit)