dr Suksmagita Pratidina SpKK dari Skin and Aesthetic Clinic RS Pondok Indah-Puri Indah atau akrab disapa dr Gita menuturkan jeda satu treatment ke treatment lagi biasanya minimal 28 hari. Namun, bisa juga jeda waktu antar treatment antara satu sampai dua bulan.
"Kita tunggu recovery saat pigmen warna tato dihancurkan dan berubah jadi debu. Nantinya debu itu kan akan dihilangkan melalui siklus pergantian kulit, biasanya siklusnya 28 hari," terang dr Gita ditemui di Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Recovery-nya belum selesai kita mulai lagi terapinya. Yang dikhawatirkan adalah pada saat treatment berlebihan, efek yang nggak diinginkan yaitu ada luka yang membuat kita harus setop dulu treatment-nya, kita obati dulu lukanya, baru kita mulai lagi," tambah dokter berambut panjang ini.
Baca juga: Tato yang Dibuat oleh Amatir Berisiko Infeksi Hepatitis C
Untuk hasil laser yang signifikan, setidaknya pasien harus menjalani terapi sebanyak 4 kali dengan jeda waktu antar treatment satu sampai dua bulan. Dengan kata lain, minimal dibutuhkan waktu 8 bulan untuk memudarkan tato tersebut. Hal ini wajar menurut dr Gita karena bagaimanapun, menghilangkan pigmen warna yang sudah dimasukkan ke kulit memang butuh proses yang lama.
Selain itu, dalam pelaksanaannya juga mesti dilihat bagaimana pemulihan kulit pasien setiap selesai dilaser. Warna tato yang mulai memudar sebenarnya sudah bisa terjadi sejak treatment pertama, namun tidak terlihat langsung setelah treatment selesai. Biasanya, beberapa minggu kemudian baru warna tato perlahan memudar 30 sampai 40 persen.
Untuk satu sesi terapi, umumnya butuh waktu 30 sampai 45 menit. Nah, pasca dilaser, kulit akan dibebat dengan perban setidaknya satu minggu. Selama satu minggu pula area yang dilaser tidak boleh kena air dan harus dioleskan krim antibiotik yang diresepkan.
"Jangan gunakan krim lain yang bisa memengaruhi luka yang muncul. Memang, setelah area tersebut dilaser, kadang bisa timbul kemerahan, gatal, seperti berkerak gitu, tapi jangan dikorek atau digaruk ya karena akan menghalangi penyembuhan," kata dr Susie Rendra SpKK dalam kesempatan yang sama.
Baca juga: Tato dan Plus Minusnya Bagi Tubuh
(rdn/vit)











































