"Mitos-mitos yang terjadi di beberapa orang seperti meminum angkak adalah salah, karena tidak adanya takaran dosis dari pemakaian angkak itu sendiri," terang dr Ferawati Lie ahli kesehatan khusus GSK Healthcare Indonesia pada exclusive interview di Graha Paramitha, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).
Mungkin tidak masalah minum angkak pada saat terkena demam berdarah dengue (DBD), tapi hendaknya berkonsultasi dulu ke dokter. "Jangan percaya mitos-mitos lagi, namun kepada informasi yang jelas," pesan dr Lie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi penelitian di Barat menunjukkan angkak memiliki efek untuk menurunkan kadar kolesterol total yakni kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida.
Baca juga: Tak Selalu Demam, Waspadai Bahaya Gejala Terselubung DBD
Namun dr Hardhi memperingatkan bahwa tidak semua orang bisa mengonsumsi air rebusan angkak. Untuk beberapa orang yang sedang mengonsumsi obat aspirin, ginko-biloba, obat anti agregasi trombosit atau cenderung mengalami pendarahan (bleeding) tidak boleh sama sekali mengonsumsi angkak. Karena hal ini justru bisa memicu terjadinya perdarahan yang lebih parah.
Pada pasien demam berdarah, dr Lie menyarankan agar minum banyak air dan istirahat. Hal ini diharapkan bisa mengimbangi proses penyembuhan. Konsumsi air dalam jumlah cukup bisa mencegah dehidrasi yang dapat membuat pembuluh darah mengecil (shock) sehingga bisa berakibat fatal.
"World Health Organization (WHO) menyarankan jika terjadi demam pada DBD maka obat yang tepat adalah pemberian paracetamol," tutur dr Lie.
Ia menambahkan bahwa pemakaian obat seperti ibuprofen dan aspirin tidak disarankan oleh WHO karena menyebabkan meningkatnya risiko gangguan lambung dan pendarahan.
Baca juga: Trik Agar Anak Tak Mudah Digigit Nyamuk Aedes Aegypti di Musim Pancaroba (vit/vit)











































