Pesan ini disampaikan Endang Suryani, pemenang 'Ibu Sigap DBD' dari Jakarta. Kompetisi ini digelar oleh GSK Consumer Healthcare Indonesia bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Endang lantas menuturkan pengalaman saat anak dan adiknya terkena demam berdarah pada 1996
"Pada saat itu saya belum tahu apa itu demam berdarah dan cara penanganannya. Lalu dengan saran dari tetangga saya menggunakan obat herba tanpa sepengetahuan dokter. Namun yang terjadi mata anak saya memerah," kenang Endang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Segera bawa ke dokter, jangan menjadi dokter sendiri," sambungnya di Graha Paramitha, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).
Baca juga: Tak Selalu Demam, Waspadai Bahaya Gejala Terselubung DBD
Endang Suryani (Foto: Puti/detikHealth) |
Berangkat dari situlah, Endang bertekad memberikan penyuluhan kepada warga. Dia tidak ingin masyarakat menjadi korban mitos yang pada akhirnya malah membahayakan.
Dalam sebulan, Endang mampu memberikan peyuluhan kepada 88 orang dalam sebulan, "Saya datang ke sekolah PAUD yang kondisinya ibu-ibu sedang berkumpul guna mengambil rapor anaknya," tutur Endang kepada detikhealth
Menurutnya metode itu praktis karena dapat langsung menyebarkan informasi kepada ibu-ibu yang mempunyai anak kecil. Selama 25 tahun menjadi kader posyandu dan melakukan penyuluhan gerakan 'Bersama Melawan Demam Berdarah' di daerah Cengkareng, Endang mengaku tidak mendapatkan kendala berarti.
Baca juga: Trik Agar Anak Tak Mudah Digigit Nyamuk Aedes Aegypti di Musim Pancaroba (vit/vit)












































Endang Suryani (Foto: Puti/detikHealth)