Bisa Bahaya! Jangan Mendadak Jadi 'Dokter' Saat Atasi Demam Berdarah

Bisa Bahaya! Jangan Mendadak Jadi 'Dokter' Saat Atasi Demam Berdarah

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Rabu, 15 Jun 2016 15:45 WIB
Bisa Bahaya! Jangan Mendadak Jadi Dokter Saat Atasi Demam Berdarah
Ilustrasi nyamuk (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Jangan pernah mendadak jadi 'dokter' saat mengatasi suatu penyakit, misalnya demam berdarah dengue (DBD). Coba-coba obat tanpa pengawasan dokter bisa bahaya.

Pesan ini disampaikan Endang Suryani, pemenang 'Ibu Sigap DBD' dari Jakarta. Kompetisi ini digelar oleh GSK Consumer Healthcare Indonesia bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Endang lantas menuturkan pengalaman saat anak dan adiknya terkena demam berdarah pada 1996

"Pada saat itu saya belum tahu apa itu demam berdarah dan cara penanganannya. Lalu dengan saran dari tetangga saya menggunakan obat herba tanpa sepengetahuan dokter. Namun yang terjadi mata anak saya memerah," kenang Endang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak itu, dia kapok dan tidak percaya begitu saja pada sembarang obat. Berdasar pengalamannya, Endang pun mewanti-wanti kepada siapapun agar tidak sembarangan memberikan obat. Jika tidak tahu apa obatnya, sebaiknya tidak bertanya kepada tetangga atau teman yang tidak memiliki pengetahuan medis.

"Segera bawa ke dokter, jangan menjadi dokter sendiri," sambungnya di Graha Paramitha, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Baca juga: Tak Selalu Demam, Waspadai Bahaya Gejala Terselubung DBD


Endang Suryani (Foto: Puti/detikHealth)
Dikatakan Endang, obat yang sembarangan diberikan bisa menyebabkan gangguan lambung dan ginjal. Apalagi kerap tidak diketahui dosis tepatnya.

Berangkat dari situlah, Endang bertekad memberikan penyuluhan kepada warga. Dia tidak ingin masyarakat menjadi korban mitos yang pada akhirnya malah membahayakan.

Dalam sebulan, Endang mampu memberikan peyuluhan kepada 88 orang dalam sebulan, "Saya datang ke sekolah PAUD yang kondisinya ibu-ibu sedang berkumpul guna mengambil rapor anaknya," tutur Endang kepada detikhealth

Menurutnya metode itu praktis karena dapat langsung menyebarkan informasi kepada ibu-ibu yang mempunyai anak kecil. Selama 25 tahun menjadi kader posyandu dan melakukan penyuluhan gerakan 'Bersama Melawan Demam Berdarah' di daerah Cengkareng, Endang mengaku tidak mendapatkan kendala berarti.

Baca juga: Trik Agar Anak Tak Mudah Digigit Nyamuk Aedes Aegypti di Musim Pancaroba (vit/vit)

Berita Terkait