Bukan Dipipisi, Begini Pertolongan Pertama Saat Tersengat Ubur-ubur

Bukan Dipipisi, Begini Pertolongan Pertama Saat Tersengat Ubur-ubur

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 16 Jun 2016 09:05 WIB
Bukan Dipipisi, Begini Pertolongan Pertama Saat Tersengat Ubur-ubur
ilustrasi ubur-ubur (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Ketika sedang asyik bermain di laut, jika tak hati-hati Anda bisa saja tersengat ubur-ubur. Ketika hal itu terjadi, sudah pasti sengatan ubur-ubur bakal menimbulkan rasa nyeri. Nah, salah satu pertolongan pertama yang dinilai ampuh mengobati sengatan itu yakni dengan cara memipisinya.

Dalam studi yang dipublikasi dalam jurnal Toxins, disebutkan bahwa mengencingi area tubuh yang terkena sengatan ubur-ubur bukanlah cara yang tepat untuk meredakannya. Justru, dalam studi itu disebutkan merendam area yang tersengat dengan air panas dinilai lebih efektif.

Salah satu penelti, Christie Wilcox, PhD dari Pacific Cnidaria Research Laboratory di University of Hawaii, Honolulu mengatakan untuk studi tersebut peneliti meninjau lebih dari 2.000 artikel soal cara mengatasi sengatan ubur-ubur. Mereka menemukan bahwa panas adalah hal yang paling efektif dalam mengurangi rasa sakit dan gejala lain pasca disengat ubur-ubur seperti peradangan dan kerusakan jaringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Racun ubur-ubur sangat sensitif dengan panas sehingga merendam area yang tersengat dengan air agak panas bisa menginaktivasi racun. Lebih cepat Anda mendapat rendaman air panas, akan lebih baik. Sementara, mengencingi area yang tersengat tidak terlalu membantu karena itu tidak cukup panas untuk menonaktifkan racun," terang Wilcox.

Dikutip dari Men's Health, Wilcox mengatakan langkah pertama yang bisa dilakukan sata tersengat ubur-ubur adalah bilas area yang tersengat dengan cuka setidaknya selama 30 detik. Cara ini membantu menghilangkan tentakel yang masih tersisa di kulit dan mencegah sel-sel pada tentakel menyengat tubuh Anda lebih jauh.

Baca juga: Selamat dari Sengatan Ubur-ubur Kotak yang Mematikan

Jika tak segera disingkirkan, tentakel ubur-ubur bisa menimbulkan rasa sakit yang makin parah. Wilcox mengatakan, umumnya penjaga pantai memiliki cuka dalam kotak P3K mereka sebagai antisipasi insiden seperti ini. Dalam keadaan darurat, Anda juga bisa membasuh area yang tersengat dengan air laut, baik menggunakan ember, cangkir, atau bahkan tangan.

"Namun saat menggunakan tangan pastikan Anda melapisi tangan Anda misalnya dengan cadangan kaos karena air laut tidak membuat tentakel tak mampu menyengat, seperti yang terjadi ketika Anda membasuh area tersebut dengan cuka," tambah Wilcox.

Kemudian, rendamlah bagian tubuh yang tersengat dengan air panas bersih minimal 20 menit. Jika daerah yang tersengat sulit direndam, Anda bisa mandi dengan air panas. Jika memang tidak tersedia fasilitas kamar mandi air hangat, Wilcox mengingatkan pentingnya membawa instant hot packs untuk antisipasi. Ketika cara itu dilakukan, keluhan yang muncul pasca disengat ubur-ubur terutama rasa nyeri, mulai mereda.

"Jika ada apotek terdekat, Anda bisa meminta teman membeli obat penghilang nyeri. Meski begitu, setelah kondisi mereda, segeralah cek ke dokter. Gejala seperti susah bernapas, nyeri punggung bawah, sesak di dada atau nyeri di area selain yang tersengat menandakan reaksi yang serius. Sehingga, Anda harus mencari pengobatan darurat sesegera mungkin," tutur Wilcox.

Baca juga: Jangan Salah, Asupan Juga Berperan Penting untuk Kurangi Peradangan Tubuh

(rdn/vit)

Berita Terkait