Diamini dr Duddy Mulyawan Djajadisastra, SpPD, FINASIM dari RS Bethsaida, terkadang saat mag kambuh, perut terasa nyeri akibat peningkatan asam lambung.
Gejala mag lain yang tidak disadari adalah sakit kepala, vertigo, bahkan sampai muntah. Dan setelah muntah, asam lambungnya memang akan dikeluarkan dari tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tak perlu khawatir, sebab hal ini memang sesuai dengan kondisi fisiologisnya. "Artinya memang harusnya begitu. Tapi yang terpenting pencegahannya, bukan?" ingatnya.
Baca juga: Ibu Hamil yang Mual, Pusing dan Muntah Sebaiknya Jangan Berpuasa
Ditegaskan konsultan saluran cerna dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, kalau sampai muntah, puasa harus dibatalkan karena pasti ada cairan yang keluar dari tubuh. Dikhawatirkan bisa berujung dehidrasi.
Kalau hanya perut perih maka sebaiknya puasa tetap dilanjutkan, karena puasa sendiri pada dasarnya tidak akan merusak dinding lambung atau memperparah sakit mag.
"Kalau cuma perih-perih, tahanlah. Namanya puasa perih itu jamak kalau saya bilang. Ya asal tidak sampai perih melintir dan keluar keringat dingin, kalau seperti itu sebaiknya batal. Itu berarti memang nggak kuat," ungkapnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Untuk menghindari rasa tidak nyaman yang berlebihan, Dr Ari menjelaskan penderita maag dianjurkan untuk mengonsumsi obat penekan asam lambung seperti obat antagonis reseptor H2 (ranitidine, famotidine, simetidine, nizatidine) atau penghambat pompa proton (omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, pantoprazole).
Tetapi bila muntahnya terus-menerus, terutama setelah makan sahur, waspadai penyakit pencernaan yang lebih parah yaitu Gastro Esofageal Reflux Disease (GERD).
Baca juga: Maag Kambuh Saat Puasa? Ini Batasan Dokter Soal Harus Batal atau Lanjut (lll/vit)











































