Adrian B. Kelly dari University of Queensland mengatakan diet yang dilakukan oleh remaja wanita cenderung tidak sehat. Sebabnya, diet yang dilakukan dimotivasi oleh tekanan dari teman sebaya, media, bahkan dari keluarga dan orang tua.
"Mereka menghitung kalori dengan tidak tepat, tidak makan sama sekali atau hanya makan makanan tertentu saja. Ini tentunya bisa menyebabkan mereka mengalami kurang nutrisi dan juga beban untuk kesehatan mental," tutur Kelly, dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian dilakukan kepada 4.000 remaja perempuan usia 11 hingga 14 tahun. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner tentang kebiasaan makan, mood, dan pandangan diri sendiri tentang bentuk tubuh dan berat badan ideal.
Hasil penelitian menyebut partisipan yang merasa terhina atau dilecehkan karena berat badannya akan lebih mudah melakukan diet tak sehat. Di sisi lain, mereka juga lebih gampang merasa stres dan depresi, terutama pada anak remaja dari kalangan menengah ke bawah.
Kelly mengatakan celaan yang datang dari keluarga memang bermaksud untuk membuat remaja lebih semangat melakukan diet. Namun sebaiknya hal ini tidak dilakukan, karena masih ada cara-cara lain yang lebih baik dan lebih efektif untuk membuat remaja mau melakukan diet.
"Misalnya dengan menerapkan menu yang sama untuk seluruh keluarga atau obrolan dari ibu ke anak. Mencela anak tentang berat badannya hanya akan membuat keadaan emosionalnya jelek," tutur Kelly lagi.
Studi ini dipublikasikan di jurnal Eating Behaviors.
Baca juga: 4 Gejala Pola Diet Anda Berisiko Sebabkan Gangguan Makan (mrs/vit)











































