Teknik mengompres cedera menggunakan es dipopulerkan oleh dr Gabe Mirikin pada tahun 1978. Namun baru-baru ini dr Gabe mengubah pendapatnya berdasarkan studi National Athletic Trainers Association yang mengatakan bahwa memberikan es pada bagian yang mengalami cedera akan membekukan jaringan darah.
"Es tidak meningkatkan penyembuhan melainkan menundanya," ujar dr Gabe, seperti dikutip dari Fox News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kompres Es Tidak Sepenuhnya Baik untuk Redakan Cedera Otot
"Anda mungkin akan mendapatkan cukup respons peradangan namun es dapat membantu penyembuhan. Dan jika mengompres dengan es dapat mengurangi pembengkakkan, mungkin itu dapat juga menyatukan sendi lebih cepat," ucap dr Gabe.
Sementara, dr Andrew Hsu, asisten profesor bedah ortopedi klinis di University of California, Irvine, juga menyarankan kompres es pada cedera pergelangan kaki yang digunakan setiap dua sampai tiga jam selama tiga sampai empat hari.
"Jangan letakkan es langsung di atas kulit Anda, gunakan kain untuk menutupi bagian es di antara es dan kulit. Kemudian, jangan mengompres menggunakan es lebih dari 20 menit karena akan menyebabkan forstbite atau jaringan tubuh membeku dan rusak akibat suhu rendah," tutup dr Hsu.
Baca juga: Umur 20-an Tahun Paling Rentan Cedera Kaki karena High Heels (rdn/vit)











































