Terkait hal tersebut studi terbaru melihat burung camar liar kemungkinan dapat semakin memperburuk keadaan. Laporan terbaru di Journal of Antimicrobial Chemotherapy menemukan sampel kotoran burung dengan jangkauan terbang luas ini terdeteksi dengan bakteri Escherichia coli kebal obat 'super'.
Baca juga: WHO: Karena Resistensi Antibiotik, Tiap Lima Menit Ada Satu Anak yang Mati
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gaya hidup burung camar membuat mereka bisa dengan mudah membawa patogen dan mikroorganisme resistan lintas batas negara," tulis peneliti dalam laporannya seperti dikutip dari Medical Daily News.
"Air yang terkontaminasi oleh feses burung harus diawasi sebagai faktor risiko penting untuk terjadinya transmisi bakteri resistan," lanjut peneliti.
Dari mana para camar bisa mendapatkan E.coli dengan mutasi MCR-1 tak diketahui pasti. Kemungkinannya hewan terpapar ketika mencari makanan di sampah limbah medis.
"Jika MCR-1 menjadi global yang bukan tak mungkin terjadi, dan gen ini menyalaraskan diri dengan gen resistensi antibiotik lainnya yang tak bisa kita hindari, maka kita akan sangat mungkin memasuki era pascaantibiotik. Pada masa itu jika seorang pasien sakit misalnya karena E.coli, kita tak bisa melakukan apa-apa," pungkas Profesor Timothy Walsh dari University of Cardiff, Inggris, selaku salah satu ilmuwan yang pertama mengungkap adanya mutasi.
Baca juga: Ahli Sebut Dunia Sedang Menuju Kiamat Resistensi Antibiotik (fds/vit)











































