Jumat, 08 Jul 2016 10:55 WIB

Membandingkan Dampak Kesehatan Arus Mudik dari Tahun ke Tahun

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Subastian Basith/detikcom
Jakarta - Lebaran tahun ini diwarnai dengan laporan meninggalnya belasan pemudik saat terjebak macet parah di Jawa Tengah. Dari tahun ke tahun, dampak kesehatan arus mudik selalu menjadi perhatian karena sering berujung pada jatuhnya korban.

Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama jatuhnya korban jiwa dalam arus mudik maupun arus balik. Dari 3.048 kecelakaan yang tercatat di Posko Operasi Ketupat tahun 2015 misalnya, sebanyak 646 di antaranya menyebabkan korban meninggal dunia.

Angka ini diklaim membaik dibandingkan arus mudik pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2014, tercatat 3.337 kasus kecelakaan dengan 722 korban meninggal, sedangkan pada 2013 tercatat 3.171 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia pada 723 kasus, luka berat 1.126 kasus dan luka ringan 4.066 kasus.

Baca juga: Saran Dokter Agar 'Horor Mudik' yang Tewaskan 12 Orang Tidak Terulang



Tentu saja, kecelakaan lalu lintas bukan satu-satunya dampak kesehatan setiap kali arus mudik dan arus balik berlangsung. Kekambuhan penyakit kronis maupun berjangkitnya serangan infeksi akut juga kerap terjadi saat para pemudik dalam kondisi letih, sehingga daya tahan tubuhnya melemah.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan keluhan paling banyak ditemukan dalam setiap arus mudik dan arus balik. Dari 6.183 kunjungan ke posko mudik Kementerian Kesehatan pada H+5 lebaran 2014, serangan ISPA ditemukan pada 1.166 pemudik.

Myalgia atau nyeri otot berada di urutan berikutnya dengan 620 kasus, disusul gastritis (radang lambung) sebanyak 616 kasus, hipertensi atau tekanan darah tinggi sebanyak 525 kasus, demam 392 kasus, cephalgia (sakit kepala) 382 kasus, diare 377 kasus, conjungtivis (radang selaput mata) 71 kasus, serta jantung 69 kasus.

Baca juga: Keracunan CO2 Bisa Berakibat Fatal Pada Pasien Penyakit Kronis



Dampak macet pada arus mudik tahun ini sampai menjadi pemberitaan media asing (Foto: Screenshoot Dailymail)


Dikutip dari sehatnegeriku.com, Jumat (8/7/2016), laporan posko mudik Kementerian Kesehatan tahun 2012 juga menempatkan ISPA sebagai keluhan yang paling sering dialami pemudik. Dari 3.448 kunjungan yang tercatat pada 19 Agustus 2012, serangan ISPA ditemukan pada 470 pemudik.

Hampir sama dengan data 2014, myalgia atau nyeri otot serta ganguan lambung berada di urutan berikutnya, masing-masing dengan 320 kasus dan 181 kasus. Hipertensi tercatat sebanyak 150 kasus, sakit kepala 113 kasus, diare 184 kasus, demam 72 kasus. Bahkan, gangguan pada kulit juga ditemukan pada 76 pemudik.

Baca juga: Bagaimana Seseorang Bisa Keracunan CO2 Saat Berjam-jam di Dalam Mobil? (up/up)