Dalam Jangka Panjang, Cedera ACL Tingkatkan Risiko Radang Sendi

Dalam Jangka Panjang, Cedera ACL Tingkatkan Risiko Radang Sendi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 11 Jul 2016 19:35 WIB
Dalam Jangka Panjang, Cedera ACL Tingkatkan Risiko Radang Sendi
CR7 meratapi cedera ACL (Foto: REUTERS/Darren Staples)
Jakarta - Cedera ACL memang tidak selalu harus diobati dengan operasi. Meski begitu, pakar mengatakan cedera ACL yang tak diobati meningkatkan risiko osteoarthritis.

dr Michael Triangto, SpKO dari RS Mitra Kemayoran mengatakan pada pasien cedera ACL yang stabilitasnya tidak terlalu terganggu, penyembuhannya tidak harus dilakukan dengan operasi. Caranya yakni dengan melakukan latihan yang bertujuan memperkuat otot-otot bagian lutut lainnya sehingga pasien tetap bisa berjalan, berlari, bahkan kembali berkompetisi.

"Tapi berdasarkan studi, pasien cedera ACL ini dalam jangka panjangnya berisiko mengalami OA (osteoarthritis) atau yang biasa kita sebut sebagai radang sendi," tutur dr Michael ketika dihubungi detikHealth.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Membahas Cedera ACL yang Bikin Cristiano Ronaldo Menangis

Dijelaskan dr Michael, salah satu faktor risiko radang sendi adalah mengalami cedera atau benturan. Radang sendi juga bisa diakibatkan oleh hal lain misalnya kebiasaan mengangkat barang berat atau karena usia.

Selain risiko mengalami radang sendi, pasien ACL biasanya juga berisiko tinggi mengalami cedera berulang di tempat yang sama. Oleh karena itu, pasien harus mendiskusikan dengan jelas bagaimana metode pengobatan yang dipilih.

"Kalau awam memang akan lebih mudah untuk mengambil pilihan operasi. Namun pada atlet, ada tuntutan untuk segera kembali berkompetisi dan berprestasi. Belum lagi faktor psikologis atau trauma cederanya," tambahnya.

Dijelaskan dr Michael, ACL merupakan salah satu otot yang ada di bagian lutut. Fungsinya adalah melindungi lutut dan membantu pergerakan lutut ke depan dan ke belakang. Karena itu, cedera ACL biasanya terjadi ketika seseorang melakukan olahraga.

Cedera ACL biasanya terjadi ketika seseorang melakukan olahraga tanpa persiapan. Pada atlet, risiko cedera ini termasuk kecil kecuali ada benturan dari luar. Sementara pada orang awam, risiko cedera ini termasuk tinggi.

"Misalnya kalau main bola atau futsal, kena tackling keras, atau salah mendarat setelah melompat ketika main badminton. Ini bisa menyebabkan ACL sobek sebagian bahkan sobek total. Tapi kalau kegiatan sehari-hari seperti naik tangga atau jalan biasa gitu nggak akan menyebabkan cedera ACL," urai dr Michael lagi.

Baca juga: Mau Punya Tulang Kuat? Menurut Studi, Ini Jenis Olahraga yang Bisa Dipilih

(mrs/up)

Berita Terkait