Empat Tipe Dasar Olahraga untuk Hidup Sehat

Empat Tipe Dasar Olahraga untuk Hidup Sehat

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 12 Jul 2016 08:34 WIB
Empat Tipe Dasar Olahraga untuk Hidup Sehat
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Gaya hidup sendentary atau tak aktif bergerak malas-malasan membuat tubuh terancam oleh masalah kesehatan seperti misalnya saja diabetes dan obesitas. Oleh karena itu olahraga yang memadai sering dianjurkan oleh ahli kesehatan.

Namun yang perlu diketahui beberapa jenis olahraga dirancang untuk memperoleh tujuan manfaat yang berbeda-beda. Berlari, mengayuh sepeda, berenang, sebagai contoh masuk ke dalam kategori olahraga aerobik dan bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan kesehatan pembuluh darah.

Nah untuk memperoleh manfaat kesehatan yang maksimal dr Edward Laskowski dari Mayo Clinic Sports Medicine Center mengatakan maka memang sebaiknya seseorang melakukan olahraga dari seluruh tipe yang ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Sama-sama Olahraga, Tapi Jogging Lebih Baik bagi Otak daripada Angkat Beban

1. Aerobik

Olahraga yang masuk dalam kategori ini seperti berlari, menari, berenang, dan aktivitas lainnya yang secara garis besar mampu mendorong kerja sistem jantung dan pernapasan.

Biasanya olahraga aerobik disarankan untuk mereka yang ingin berdiet karena mampu membakar kalori lebih besar dibandingkan jenis olahraga lainnya. Aerobik juga baik untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler, diabetes tipe dua, dan tekanan darah tinggi.

2. Latihan kekuatan

Latihan kekuatan masuk ke dalam kategori olahraga anaerobik. Ciri dari olahraga ini adalah dilakukan dalam waktu singkat dan membutuhkan energi yang besar.

Contohnya seperti olahraga angkat beban, sprint jarak dekat, dan push-up. Fungsi dari olahraga ini untuk menambah kekuatan serta massa otot di bagian tubuh tertentu saja dan disarankan untuk mereka yang ingin 'membentuk' badannya.



3. Olahraga keseimbangan

Olahraga keseimbangan mengutamakan latihan mengatur posisi badan. Biasanya disarankan untuk orang-orang lanjut usia agar bisa mengurangi risiko terjatuh akibat keseimbangannya yang memburuk.

Selain lansia, wanita hamil atau orang yang habis berdiet juga disarankan untuk melakukan olahraga ini karena penambahan/pengurangan berat badan yang tiba-tiba bisa mengganggu sistem keseimbangan tubuh.

Contoh dari bentuk olahraga ini berdiri di atas satu kaki, pilates, atau tai chi.

4. Latihan fleksibilitas

Olahraga untuk melatih fleksibilitas sederhananya dilakukan oleh semua orang ketika sedang pemanasan. Gerakan latihan fleksibilitas baik untuk merenggangkan otot sendi sehingga bisa mengurangi risiko cedera saat beraktivitas.

Baca juga: Pentingnya Olahraga Aerobik untuk Fungsi Kognitif Otak

(fds/up)

Berita Terkait