Peneliti dari Technical University Dresden menemukan fakta ini setelah mengamati data jaminan asuransi milik jutaan warga berusia 40 tahun yang tinggal di salah satu daerah di Jerman. Tempat tinggal mereka menjadi perhatian utama peneliti.
Kemudian oleh peneliti, pengamatan dikerucutkan pada orang-orang yang meninggal akibat serangan jantung dalam kurun tahun 2014-2015. Dan dari situ peneliti menemukan keterkaitan yang kuat antara paparan suara bising lalu lintas dengan risiko serangan jantung yang dimiliki responden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tinggal di Dekat Bandara? Hati-hati, Perhatikan Tekanan Darah Anda
Menurut peneliti, risiko serangan jantung pada responden muncul karena paparan suara bising dari kendaraan bermotor, kereta api ataupun pesawat terbang yang mereka dapatkan hampir setiap hari. Sederhananya, kondisi ini membuat tubuh berada dalam keadaan tertekan.
"Ketika terpapar, tubuh mengaktifkan sistem saraf simpatetik yang membuatnya terjaga terus-menerus, yang bila dipaksakan dari waktu ke waktu akan merusak sistem kardiovaskular," terang Dr Andreas Seidler seperti dilaporkan Telegraph.
Bahkan WHO telah memperkirakan penduduk di Eropa Barat, salah satunya Jerman, mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan karena penyakit yang dipicu oleh kebisingan lalu lintas saja.
Baca juga: Polusi Suara: Bisa Tidur Sih, Tapi Tahu Nggak Dampak Kesehatannya?
Selain meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan jantung, studi lain mengungkap tinggal di pinggir jalan raya mendorong anak menjadi hiperaktif dan cenderung mengalami gangguan emosional.
Peneliti dari Boston University School of Medicine juga pernah mengutarakan bahwa tinggal di dekat jalan raya membuat wanita rentan terpapar polusi udara yang mampu meningkatkan peluang infertilitas atau kemandulannya hingga 11 persen. (lll/up)











































