Kamis, 14 Jul 2016 11:34 WIB

Beda Ukuran, Beda Pula Dampak Zat Polutan Terhadap Kesehatan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
ilustrasi polusi dalam rumah (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Zat polutan yang ada di asap kendaraan bermotor, pengharum ruangan hingga asap rokok terdiri dari berbagai ukuran. Pakar mengatakan dampak polutan terhadap kesehatan tergantung ukurannya.

Dr Ong Kian Chung, pakar kesehatan pernapasan dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura, mengatakan polusi udara, baik di dalam maupun di luar ruangan, mengandung banyak partikel yang dikenal sebagai partikulat (particulate matter/PM). Beberapa partikel berukuran cukup besar dan gelap sehingga bisa dilihat mata telanjang.

"Contohnya seperi asap kendaraan bermotor atau jelaga. Tapi beberapa lainnya sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop seperi asap rokok, debu, rambut hewan peliharaan, deodoran, larutan pembersih dan lain sebagainya," tutur dr Ong kepada detikHealth, baru-baru ini.

Baca juga: Hii! Polutan dalam Rumah Tingkatkan Risiko Penyakit-penyakit Ini

Dijelaskan dr Ong, partikulat yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer disebut seabgai partikel halus dan memiliki risiko kesehatan terbesar. Karena ukurannya yang hanya 1 per 30 dari ukuran rata-rata rambut manusia, partikel halus ini bisa masuk jauh ke dalam paru-paru.

Partikulat ini juga dikaitkan sebagai penyebab dari serangan jantung, stroke dan penuaan pada kulit. Sementara partikulat dengan ukuran 10 mikrometer biasanya tersangkut di hidung dan menyebabkan bersin, batuk hingga isnfeksi saluran napas akut (ISPA).

Bahaya paling nyata bagi kesehatan dimiliki oleh partikulat yang berukuran kurang dari 0,1 mikrometer. Partikulat ini sangat kecil, lebih kecil dari debu, dan bisa masuk ke cabang-cabang terkecil paru-paru, tempat terjadinya pertukaran gas pada pernapasan.

Peneliti Senior Budi Haryanto dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia tahun lalu merilis penelitiannya terhadap dampak polusi debu mikro untuk kesehatan. Senada dengan dr Ong, penelitian Budi menyimpulkan bahwa semakin kecil ukuran debu, semakin berbahaya bagi tubu.

"Ada lagi partikel debu nano, lebih kecil dari 0,1 mikron. Dia menembus dinding paru ikut aliran darah langsung menuju target organ ke susunan saraf pusat, ke otak, ke ginjal. Sangat berbahaya," ungkapnya.

Baca juga: Sakit Jantung Karena Paparan Polusi Udara, Mereka yang Paling Berisiko

(mrs/vit)