Jumat, 15 Jul 2016 09:33 WIB

Percaya Istilah 'Gemuk Tapi Sehat'? Baca Dulu Studi Terbaru Ini

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasi di jurnal ilmiah The Lancet, peneliti sekali lagi mengonfirmasi bahwa obesitas adalah sesuatu yang merugikan kesehatan. Studi ditujukan untuk menjawab hipotesis paradoks obesitas di mana kegemukan dipercaya bisa bermanfaat untuk sekelompok orang.

"Dalam rata-rata orang yang berat badannya berlebih bisa kehilangan satu tahun harapan hidupnya. Dan orang yang obesitas sedang kehilangan sekitar tiga tahun harapan hidupnya," ujar salah satu peneliti Emanuele Di Angelantonio dari University of Cambridge, dikutip dari Reuters, Jumat (15/7/2016).

Baca juga: Kata Pakar, Tambahan Rempah-rempah Dalam Masakan Bisa Bantu Turunkan Bobot

Kesimpulan tersebut diambil peneliti setelah meninjau data lebih dari 10 juta orang yang terlibat dalam 238 studi besar di 32 negara dengan rentang waktu 45 tahun. Dalam tinjauan secara total terlihat sebanyak 1,6 juta partisipan meninggal dunia.

Lebih detail peneliti menemukan individu yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) di rentang normal punya risiko paling kecil untuk alami kematian dini. Setelah itu setiap kenaikkan 5 unit (sekitar 25 kg per meter kubik) semakin mengarah ke obesitas maka risiko kematian dini meningkat 31 persen.

Pria disebut lebih berisiko daripada wanita terkait dampak obesitas ini.

"Ini konsisten dengan observasi yang sudah dilakukan sebelumnya bahwa pria yang obesitas punya resistansi insulin, lemak hati, dan risiko diabetes yang lebih tinggi daripada wanita," kata Di Angelantonio.

Jadi bagaimana masih percaya sama istilah 'gemuk sehat'?

Baca juga: Tak Hanya yang Kurus Saja, Orang Gemuk Juga Bisa Dibilang Malnutrisi

(fds/vit)
News Feed