Kasus Pertama Penularan Zika dari Wanita ke Pria Terjadi di New York

Kasus Pertama Penularan Zika dari Wanita ke Pria Terjadi di New York

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Senin, 18 Jul 2016 17:01 WIB
Kasus Pertama Penularan Zika dari Wanita ke Pria Terjadi di New York
Foto: Thinkstock
Jakarta - Virus Zika bisa menular dari gigitan nyamuk yang telah terinfeksi. Namun, baru-baru ini dilaporkan oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC), di New York terjadi kasus pertama penularan virus Zika oleh wanita kepada pasangannya melalui hubungan seksual.

Disebutkan, penularan tersebut terjadi setelah seorang wanita yang tidak disebutkan namanya itu kembali dari negara endemis Zika. Kemudian, ia dilaporkan melakukan hubungan intim tanpa menggunakan pengaman dengan pasangan prianya. Padahal, diketahui si pria tidak melakukan perjalanan keluar Amerika Serikat selama satu tahun terakhir.

Dilansir huffingtonpost, wanita yang diketahui berumur 20-an ini mengalami gejala awal seperti sakit kepala dan kram perut, lalu diikuti demam, letih, ruam, sakit punggung, nyeri otot dan sendi, pembengkakan dan kesemutan pada tangan dan kaki keesokan harinya. Diketahui wanita ini juga mengalami menstruasi yang ia rasa lebih berat dari biasanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CDC melaporkan pada hari ketiga mengalami gejala, wanita itu memeriksakan dirinya di penyedia layanan kesehatan, Department of Health and Mental Hygiene (DOHMH). Pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan sempel darah dan urine melalui tes transcription-polymerase chain reaction (rRT - PCR) yang dikembangan di CDC.

Baca juga: Musim Hujan Berlangsung, Waspadai Juga Penyebaran Virus Zika

Tujuh hari setelah berhubungan intim, pasangannya yang juga berumur 20-an mengalami gejala seperti demam, ruam, nyeri sendi, dan peradangan pada selaput mata. Kemudian pria ini juga memeriksakan dirinya ke DOHMH dan dinyatakan terinfeksi virus Zika.

"Waktu dan urutan kejadian mendukung bahwa wanita ini yang menularkan virus Zika kepada pasangannya melalui hubungan seksual tanpa pengaman. Virus terdapat pada cairan vagina atau darah haid yang menularkan saat berhubungan melalui membran uretra atau iritasi pada penis " ucap praktisi kesehatan dari CDC.

Baru-baru ini surat laporan mengatakan virus Zika terdapat pada saluran vagina termasuk cairan vagina. Namun dibutuhkan studi lebih lanjut untuk menentukan karakterisik dari virus Zika pada saluran vagina atau cairan vagina manusia.

CDC mengatakan dari semua laporan kasus penyebaran virus Zika, ini merupakan kasus pertama yang penularannya dari wanita kepada pria melalui hubungan seksual. Untuk meminimalisir penyebaran virus Zika melalui hubungan seksual, CDC menyarankan untuk menjauhkan diri dari aktivitas seksual bila sedang terinfeksi dan menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Baca juga: Komite Darurat WHO: Risiko Penyebaran Zika di Olimpiade 2016 Rendah (rdn/vit)

Berita Terkait