Rabu, 20 Jul 2016 13:28 WIB

Konsumsi Buah dan Sayuran di Indonesia Masih Rendah

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Studi Diet Total yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) mengungkap sejumlah hal. Termasuk, rendahnya konsumsi sumber serat yakni buah dan sayuran.

Disampaikan oleh Kepala Balitbangkes Dr Siswanto, MHP, DTM, rerata asupan sayur di Indonesia hanya 57,1 gram. Angka ini lebih rendah dibandingkan Singapura yang mencapai 228,2 gram.

Demikian juga dengan asupan buah dan olahannya, rata-rata di Indonesia tercatat hanya 33,5 gram. Sebagai pembanding, Singapura mengonsumsi 290,2 gram.

"Padahal kita punya lahan, Singapura malah tidak," kata Siswanto dalam peluncuran layanan e-Data di Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2016).


Baca juga: Tak Cuma Turunkan Bobot, Banyak Makan Buah dan Sayuran Juga Bikin Happy

Kurangnya asupan sayur dan buah mendapat perhatian khusus dari Siswanto. Menurutnya, hal itu akan berdampak pada risiko berbagai jenis penyakit tidak menular. "Misalnya kanker," katanya.

Temuan lain yang terungkap dalam penelitian tersebut adalah rerata konsumsi serealia, termasuk padi-padian, di Indonesia yang mencapai 257,7 gram, hampir setara dengan Thailand dan Filipina. Sedangkan di Singapura, rerata konsumsi serealia adalah 66,4 gram.

"Artinya semakin maju suatu negara, semakin jarang makan nasi," kata Siswanto.

Selain mengungkap konsumsi makanan individu, studi diet total juga mengungkap hasil analisis cemaran kimia maknan. Di antaranya kandungan aflatoksin dan residu pestisida dalam berbagai jenis bahan makanan.

Baca juga: Agar Kulit Buah Aman Dikonsumsi, Jangan Lupa Digosok Saat Mencucinya (up/vit)