Profesor psikologi dari University College London, Adrian Furnham, PhD, mengungkapkan penelitian menunjukkan bahwa orang yang bahagia memiliki sistem imunitas yang kuat. Mereka pun lebih sukses di tempat kerja dan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
"Mereka juga lebih mudah menyelesaikan masalah, cenderung lebih baik dalam membuat keputusan, lebih kreatif, dan pastinya merasa bahagia bisa memperbaiki suasana hatinya," tutur Furnham seperti dikutip dari Psychology Today.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 8 Langkah Kalahkan Stres agar Hidup Lebih Produktif (2)
Dikutip dari Body and Soul, dalam bukunya Peterson mengatakan ia menerapkan metode ini saat memberi terapi pada pasiennya yang mengalami depresi berat. Menurut dia, fokus pada apa yang bisa membuat seseorang merasa sedih atau buruk bisa membantu seseorang bersyukur atas apa yang mereka miliki.
Sedangkan, psikolog dari University of Pennsylvania Martin Seligman menyarankan berlatihlah untuk selalu bersyukur dengan menuliskan atau memikirkan hal-hal yang membuat Anda bersyukur. Dengan begitu, seseorang akan tetap semangat dan tidak mudah putus asa serta tetap bahagia ketika mengalami masalah.
"Memaafkan kesalahan orang lain juga bisa membuat seseorang lebih bahagia. Selain sudah melakukan suatu kebajikan, bisa memaafkan orang lain membuat Anda tetap tenang. Tak bisa dilupakan pula melakukan berbagai hal yang menyenangkan juga ampuh membuat seseorang lebih bahagia," kata Seligman, dikutip dari Web MD.
Baca juga: Kesepian dan Tak Dapat Dukungan, Pasien Kanker Bisa Enggan Berobat
(rdn/vit)











































