Kamis, 21 Jul 2016 11:30 WIB

Tantangan Tim Dokter RSCM dalam Memisahkan Kembar Siam Safira-Saqira

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: An Uyung P
Jakarta - Kembar siam dempet perut atau conjoined twin omphalopagus, Safira-Saqira (4 bulan) menjalani operasi pemisahan pagi ini di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Secara umum, peluang keberhasilannya cukup baik meski ada satu tantangan yang dihadapi.

"Butuh kehati-hatian ekstra tinggi karena salah satu penyatuannya adalah di hati atau liver," kata dr CH Soejono, SpPD-KGer, Direktur Utama RSCM dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (21/7/2016).

"Kita tahu, hati adalah organ yang sangat kaya pembuluh darah. Hati juga punya fungsi metabolisme yang sangat penting pada manusia," lanjutnya.

Amrullah Yusandi, ayah kembar siam Safira dan Saqira mengisahkan bayi kembarnya tersebut lahir pada 3 Maret 2016. Selama 3 hari dirawat di rumah sakit kabupaten, si kembar lalu dirujuk ke RSUD M Yunus Provinsi Bengkulu.

"Kurang lebih umur sebulan, lalu dirujuk ke RSCM," tutur Yusandi.

Baca juga: Kembar Siam Dempet Perut Asal Bengkulu Jalani Operasi di RSCM


Saat tiba di RSCM, kondisi bayi kembar Safira dan Saqira dinilai belum cukup kuat untuk menghadapi stressor fisik maupun psikologis. Operasi pemisahan belum bisa dilakukan karena status gizinya harus benar-benar optimal.

Meski ada perlekatan pada hati, bayi kembar siam ini masing-masing memiliki hati yang berfungsi secara terpisah. Begitu juga dengan organ lainnya, masing-masing punya susunan yang lengkap dan berfungsi dengan baik. Satu-satunya tantangan yang dihadapi adalah pembuluh darah vena porta pada hati yang menyeberang di antara keduanya.

"Ada pembuluh darah besar yang menyeberang, sehingga risikonya adalah perdarahan. Tetapi dengan alat kita, nanti bisa kita atasi," kata dr Ahmad Yani, SpB, SpBA, salah seorang dokter bedah yang akan menangani operasi ini.

Baca juga: Kisah Bayi Kembar Siam di India, Beda Kelamin dan Berbagi Organ Serta Kaki

(up/vit)