Kamis, 21 Jul 2016 12:35 WIB

Dalam 7 Tahun Terakhir, RSCM Lakukan 10 Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: An Uyung P
Jakarta - Pemisahan kembar siam Safira dan Saqira (4 bulan) pagi ini merupakan kasus ke-23 yang ditangani RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam 7 tahun terakhir. Dari 22 kasus sebelumnya, hanya 10 yang bisa dioperasi.

"Dari 22 kasus yang kita terima, tidak semua dioperasi karena kondisinya tidak aman untuk dioperasi," kata dr CH Soejono, SpPD-KGer, Direktur Utama RSCM dalam konferensi pers Kamis (21/7/2016).

"Ada 10 yang dioperasi, 9 berhasil sedangkan yang 1 lagi tidak berhasil karena memang ada masalah pada jantung dan ginjal," lanjutnya.

Sementara itu, dr Ahmad Yani, SpB, SpBA menyebut total ada 48 kasus operasi kembar siam yang pernah ditangani RSCM sejak tahun 1987.

Baca juga: Kembar Siam Dempet Perut Asal Bengkulu Jalani Operasi di RSCM


Operasi kembar siam dempet perut atau conjoined twin omphalopagus yang dilakukan pagi ini pada pukul 08.00 WIB merupakan kasus ke-23 yang ditangani RSCM dalam 7 tahun terakhir. Pasiennya, Safira dan Saqira merupakan anak ke-3 dan ke-4 dari pasangan Amrullah Yusandi dan Sulindri.

Kondisi kembar siam Safira dan Saqira disebutkan dalam kondisi sehat dan siap menjalani operasi setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 3,5 bulan di RSCM. Masing-masing memiliki organ yang berfungsi secara terpisah sehingga peluang keberhasilan operasi dinilai cukup tinggi.

Keduanya juga memiliki hati yang berfungsi sendiri-sendiri, namun dalam pemeriksaan ditemukan ada perlekatan pada vena porta yang merupakan salah satu pembuluh besar. Risiko perdarahan menjadi tantangan tersendiri dalam operasi kali ini.

"Ada pembuluh darah besar yang menyeberang, sehingga risikonya adalah perdarahan. Tetapi dengan alat kita, nanti bisa kita atasi," kata dr Ahmad Yani, yang juga akan mengangani kembar siam Safira dan Saqira.

Baca juga: Tantangan Tim Dokter RSCM dalam Memisahkan Kembar Siam Safira-Saqira

(up/vit)