Degup Jantung Tak Berirama Juga Bisa Dialami Anak-anak

Degup Jantung Tak Berirama Juga Bisa Dialami Anak-anak

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 25 Jul 2016 18:04 WIB
Degup Jantung Tak Berirama Juga Bisa Dialami Anak-anak
Foto: thinkstock
Jakarta - Degup jantung tak berirama atau fibrilasi atrium (FA) dikatakan oleh ahli dari Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) rentan dialami oleh orang tua. FA yang merupakan faktor risiko untuk stroke dan gagal jantung pada kelompok usia 80 tahun angka kejadiannya bisa sampai 60 persen.

Namun demikian dr Yoga Yuniadi, SpJP(K), dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita mengatakan tak berarti mereka yang muda luput dari kondisi ini. Bahkan pada anak-anak sekalipun FA bisa ditemukan.

"Jadi fibrilasi atrium ini bisa timbul karena penyebab tertentu tapi bisa juga tanpa sebab yang kita sebut fiblirasi atrium sorangan. Ini khas kita tidak menemukan adanya kelainan struktural pada jantung, juga tidak ada hipertensi, penyakit katup, tiroid tapi fiblirasi atriumnya timbul," kata dr Yoga saat ditemui di RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Slipi, Jakarta, Senin (25/7/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sering kali kita temukan di usia muda. Saya menemukan beberapa kasus di bawah 20 tahun sudah alami FA," sambung dr Yoga.

Baca juga: Meski Hanya Selintas, Degup Jantung Tak Berirama Berisiko Stroke

Satu hal yang mungkin bisa jadi penyebabnya adalah stres. Tanpa ada faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kondisi degeneratif lainnya stres berat bisa memiliki peran mengganggu 'sistem listrik' jantung.

Dijelaskan oleh dr Yoga bahwa dalam kondisi normal sebetulnya hanya ada satu sumber listrik yang menjadi penggerak otot jantung yaitu organ bernama SA node. Akan tetapi saat sedang stres stimulus listrik yang diterima oleh otot jantung akan datang dari banyak sumber sehingga membuat degupan tak teratur.

"Jadi pada dasarnya meskipun sumber listrik (jantung -red) yang normal hanya di SA node tetapi seluruh sel jantung sebetulnya mampu mengeluarkan listrik. Ketika terjadi perangsangan yang berlebihan misal karena stres berat sel itu akan mengeluarkan listrik dan terjadilah fiblirasi atrium," kata dr Yoga.

Ketika FA menyerang gejala yang ditimbulkan bisa berbeda tergantung tiap individu namun pada dasarnya meliputi cepat lelah, degup jantung tak teratur, sesak napas, berdebar, rasa nyeri di dada, dan perasaan seperti melayang. Apabila seseorang sering mengalaminya dr Yoga menyarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat obat sebagai langkah pencegahan komplikasi lebih lanjut.

Baca juga: Hal-hal Ini Bisa Jadi Pemicu Degup Jantung yang Tak Beraturan (fds/vit)

Berita Terkait