Faktanya, ritual minum kopi sebelum olahraga banyak dilakukan bahkan di kalangan atlet profesional. Perenang Amerika Serikat, Elizabeth Beisel termasuk atlet profesional yang punya kebiasaan meminum kopi sebelum pertandingan penting.
Awalnya, ia benar-benar merasakan efek kafein sebagai pendongkrak stamina. "100 Persen fisik. Saya benar-benar bisa merasakan efeknya. Sekarang, ini mungkin lebih ke mental daripada fisik. Ini sudah menjadi bagian dari rutinitas," kata Beisel, dikutip dari Foxnews, Selasa (26/7/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Selain Air, Ini 10 Makanan dan Minuman yang Bisa Menghidrasi Tubuh
Prof Lawrence Armstrong dari University of Connecticut mengatakan anggapan tentang kopi sebagai pemicu dehidrasi bermula dari sebuah penelitian tahun 1928. Penelitian tersebut mengonfirmasi bahwa kafein dalam kopi punya efek diuretik atau peluruh kencing.
"Kebenaran soal itu adalah, sedikit peningkatan pada pengeluaran urine punya efek yang kecil terhadap kondisi kekurangan cairan tubuh," jelas Prof Armstrong, dikutip dari Livescience.
Bukan hanya kopi, menurut Prof Armstrong asupan cairan apapun dalam jumlah banyak akan meningkatkan pengeluaran urine. "Jika Anda minum seliter air, kencing akan meningkat. Tidak berarti Anda tidak perlu minum air," tambahnya.
Pendapat senada juga disampaikan Katherine Zeratsky, seorang pakar nutrisi dari Mayo Clinic. Ia menyebut efek diuretik dari kopi sebagai 'mild effect' sehingga tidak terlalu meningkatkan risiko dehidrasi. Namun ia mengingatkan, asupan kafein pada beberapa orang tetap punya efek samping.
"Minuman berkafein bisa menyebabkan sakit kepala dan insomnia pada beberapa orang. Air sepertinya paling baik untuk menjauhi risiko dehidrasi. Bebas kalori, bebas kafein, murah dan tersedia di mana saja," katanya.
Baca juga: Kopi Bisa Bikin Seseorang Lebih Bertenaga Saat Olahraga? Begini Kata Pakar (up/vit)











































