Kuncinya adalah jumlah repetisi atau pengulangan yang lebih banyak. Beban ringan dengan lebih banyak repetisi, menurut penelitian sama efektifnya dengan mengangkat beban berat.
"Fatigue (satu titik ketika otot merasa kelelahan) adalah penyeimbang yang baik di sini," kata Stuart Phillips, seorang profesor kinesiologi dari McMaster University di Ontario, dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Sebabnya Penelitian tentang Olahraga Lebih Banyak Gunakan Atlet Pria
Penelitian yang dilakukan Prof Phillips melibatkan 49 olahragawan angkat beban yang berpengalaman. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok. Satu kelompok mengangkat beban seberat 30-50 persen dari beban maksimal yang bisa mereka angkat, sedangkan kelompok lain mengangkat beban seberat 75-90 persen dari beban maksimal.
Kedua kelompok melakukan angkatan sebanyak 12 repetisi, 4 kali sepekan selama 12 pekan. Perbandingan massa otot para partisipan antara sebelum dan sesudah menjalani program, dipindai di akhir penelitian.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan massa otot yang relatif sama. Demikian juga dengan kekuatannya, kelompok yang mengangkat beban lebih ringan maupun lebih berat sama-sama mengalami peningkatan.
Baca juga: Berburu Pokemon di Jogging Track GBK Senayan, Berapa Kalori yang Terbakar? (up/vit)











































