Dr dr Soedjatmiko, SpA (K), MSi, dari Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan jawabannya belum tentu. Ragam bekas yang mungkin ditinggalkan setelah diimunisasi berbeda-beda tergantung dari tiap anak.
Baca juga: Alasan Kenapa Imunisasi Perlu Diulang di Usia SD
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), anggota Satgas Imunisasi IDAI dalam situs IDAI menuturkan jika vaksin BCG yang dipalsukan berisi larutan infus dan gentamycin tidak akan menimbulkan jaringan parut atau scar. Sehingga menurut dr Nastiti, jika muncul scar di lengan hampir dipastikan vaksinnya asli.
Untuk mengetahui pasti apakah sebuah ampul vaksin asli atau palsu, sambung dr Soedjatmiko, hanya bisa dilakukan di laboratorium yang telah dilengkapi alat khusus.
Untuk reaksi demam usai vaksin, menurut dr Seodjatmiko itu merupakan reaksi yang wajar. Di mana biasanya demam yang terjadi 1-5 hari dengan suhu 37,5-40 derajat Celsius. Nah apabila demam anak melebihi waktu tersebut dan disertai gejala lain maka sebaiknya temui dokter.
"Demam bisa 1-5 hari, suhunya bervariasi antara 37,5-40 derajat celsius, tegantung jenis vaksin dan kondisi anak. Beri obat turun panas sesuai dosis yang dianjurkan dokter, tiap 4 jam sampai tidak panas lagi," kata dr Seodjatmiko.
Baca juga: Mengapa Ada Vaksin yang 'Bikin Panas' dan Tidak? Begini Penjelasannya (fds/vit)











































