Ketika Nge-gym Bisa Dilakukan Sambil Bermain Games

Ketika Nge-gym Bisa Dilakukan Sambil Bermain Games

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 02 Agu 2016 12:04 WIB
Ketika Nge-gym Bisa Dilakukan Sambil Bermain Games
Foto: SymGym
Jakarta - Aktivitas nge-gym bisa membosankan. Untuk mengatasinya, beberapa orang yang pergi ke gym pun mengandalkan music player untuk menghilangkan kebosanannya saat berlatih. Tapi bagaimana jika aktivitas nge-gym dilakukan sambil bermain games untuk menghilangkan kebosanan?

Adalah perusahaan startup berbasis di California, SymGym yang membuat sebuah alat fitness sebagai game controller. Dengan begitu, ketika seseorang mengontrol games yang ia mainkan, tanpa sadar ia pun sudah menggerakkan tubuhnya.

Alat fitness yang digunakan sebagai game controller berbentuk seperti kursi lengkap dengan pedal dan bar lengan. Pedal kaki dan bar lengan tersebut bergerak secara independen dan masing-masing memiliki gaya gesek yang berbeda, tergantung dari games yang dimainkan. Gerakan yang dilakukan dengan pedal kaki yakni mendorong dan menarik kaki, sama dengan gerakan pada bar lengan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Pakai Fitness Tracker, Efektifkah Bantu Menjaga Kebugaran?

"Bar lengan bisa meniru aktivitas seperti gerakan tangan saat bermain ski, meninju, mendorong, atau menarik. Sementara, pedal kaki bisa meniru gerakan berjalan, berlari, mengayuh, serta melompat atau menghentak," kata pihak SymGym seperti tertulis di situs resminya.

Alat ini juga dilengkapi perangkat untuk melacak kalori yang terbakar, tingkat kesulitan pemain dalam menggerakkan alat, durasi, dan statistik latihan yang dilakukan pemain. Rencananya, SymGym akan disediakan dalam bentuk sesi di akhir tahun 2016 nanti. Untuk satu sesi, pelanggan akan dikenai biaya sekitar Rp 196 ribu.

"Dalam uji coba kami, beberapa games bisa lebih baik dari games lain. Bagi Anda yang ingin mencobanya nanti, ada baiknya Anda berbicara dengan dokter Anda lebih dulu. Sebab, apapun jenis latihan yang dilakukan, akan lebih baik jika dikonsultasikan lebih dulu ke dokter," tambah pihak SymGym.

Baca juga: Naik Mobil Pribadi ke Kantor Lebih Berisiko Obesitas



(rdn/vit)

Berita Terkait