"Bila ada keluarga yang mengalami hepatitis C, disarankan untuk melakukan pemeriksaan karena memiliki risiko tertular saat menggunaan alat-alat secara bersama-bersama," kata dr Irsan Hasan, SpPD, KGEH dari RS Cipto Mangunkusumo saat ditemui dalam seminar awam 'Hepatitis C Dapat Disembuhkan, Mitos atas Fakta?' di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8/2016).
Alat-alat yang dimaksud antara lain pisau cukur, sikat gigi, atau alat-alat pribadi yang memungkinkan darah pasien hepatitis C masuk ke tubuh orang lain. dr Irsan pun menyarankan untuk tidak tukar-menukar penggunaan alat-alat pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi jika yang digunakan merupakan barang 'umum' seperti piring atau sendok, tidak ada masalah. "Tetapi nggak akan menular kalau dari penggunaan piring atau sendok bersama-sama ya. Selain itu juga, risiko tertular juga sangat kecil yaitu hanya satu persen saja," lanjut dr Irsan.
Pemetaan yang dilakukan Kementerian Kesehatan tahun 2015 memperkiraan jumlah penduduk yang terinfeksi virus hepatitis C mencapai 2 juta orang. Jika tidak diobati, infeksi kronis hepatitis C maupun B bisa berkembang menjadi sirosis atau pengerasan hati maupun kanker.
Menurut dr Rino A. Gani, SpPD - KGEH, 80-90 persen kasus hepatitis C tidak bergejala sehingga pasien tidak tahu terinfeksi. Nah, kurangnya kesadaran masyarakat tidak hanya membuat hepatitis C telat diketahui. Ada pula pasien meski sudah tahu terinfeksi tapi tidak diobati karena tidak ada gejala. Padahal, saat itu pula kerusakan hati terus terjadi.
dr Rino mewanti-wanti untuk melakukan skrining, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi. Siapa saja? Mereka yang memiliki tato, tindik, mengonsumsi narkoba suntik, pernah mendapat transfusi darah, ibu hamil, serta ada riwayat keluarga dengan hepatitis C. Jika diketahui secara dini, hepatitis C bisa disembuhkan.
"Jadi penyakit ini bukan tiba-tiba ada tetapi sudah ada lama di tubuh pasien, namun baru ketahuan saat melakukan pemeriksaan," sambung dr Irsan.
Baca juga: Kesadaran Masyarakat Penting untuk Deteksi Dini Hepatitis C
Infeksi Virus Hepatitis C (VHC) dapat didiagnosis dalam dua langkah: pertama, pemeriksaan atau skrining antibodi anti-HCV yang dapat mengidentifikasi orang yang terinfeksi dengan virus tersebut. Kedua, jika hasil tes antibodi anti-HCV tersebut positif maka dilakukan tes lanjutan yakni tes HCV RNS untuk memastikan adanya infeksi VHC yang masih berlangsung.
![]() |
Halaman 2 dari 2












































