Berikut ini beberapa mitos tentang hepatitis C yang seringkali masih dipercaya masyarakat, seperti dirangkum detikHealth, Selasa (9/8/2016):
Baca juga: Mitos-mitos Seputar Kentut yang Kerap Didengar
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada yang nanya 'boleh nggak makan daging?' atau 'boleh nggak makan es krim?', mereka masih boleh yang penting tidak berlebihan," kata dr Irsan Hasan, SpPD, KGEH dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Menurutnya, pasien hepatitis C tidak ada larangan makan makanan tertentu. Pasien masih boleh mengonsumsi apa saja asalkan makanan tersebut mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh.
2. Hubungan Seksual Penyebab Utama Hepatitis C
Berhubungan seksual secara sembarang memang bisa menyebabkan penyakit hepatitis, khususnya hepatitis C. Namun, tidak menjadi penyebab utama munculnya penyakit tersebut.
"Memang bisa menimbulkan hepatitis tetapi angkanya sangat kecil. Sehingga, hepatitis tidak hanya disebabkan oleh hubungan seksual," tutur dr Irsan.
3. Hepatitis C Bisa Dicegah dengan Vaksinasi
Hingga saat ini, belum ada vaksinasi untuk mencegah penyakit hepatitis C. Menurut dr Irsan, vaksinasi untuk hepatitis hanya ada untuk hepatitis A dan B saja.
"Untuk vaksinasi C, belum ada yang menemukannya. Kalau sudah ada yang menemukan, tentu saja sudah diberi vaksin untuk pencegahan," tutur dr Irsan.
4. Hepatitis C Rentan Ditularkan Melalui Kontak Kasual
Tidak benar jika hepatitis C dapat ditularkan melalui kontak kasual seperti bersalaman atau berpegang tangan. Hepatitis C bisa ditularkan melalui kontak darah seperti transfusi darah atau penggunaan alat pribadi seperti pisau cukur, sikat gigi, atau alat yang memungkinkan darah penyandang hepatitis C masuk ke dalam tubuh orang lain.
"Tetapi nggak akan menular kalau dari penggunaan piring atau sendok bersama-sama ya. Selain itu juga, risiko tertular juga sangat kecil yaitu hanya satu persen saja," lanjut dr Irsan.
5. Hanya Pengguna Napza yang Bisa Mengalami Hepatitis C
Hepatitis C memang bisa menular lewat jarum suntik yang tidak steril, sehingga penyakit ini identik dengan para pecandu. Kenyataannya, hanya sebagian saja pengidap hepatitis C yang merupakan pecandu napza suntik. Lagi-lagi karena media penularan hepatitis C tak hanya dari jarum suntik yang tidak steril.
"Di kalangan muda, ya (banyak menyerang kalangan pecandu). Tapi kalau populasi umum, nggak juga," kata Prof DR Dr David Handojo Muljono SpPD, FINASIM, PhD, dari Pokja (Kelompok Kerja) Hepatitis.
6. Jika Mengalami Infeksi Hepatitis A, Maka akan Terkena Hepatitis B dan C
Hepatitis A, B, C, D dan E bukanlah tingkatan sebuah penyakit melainkan jenis-jenis virus. Penyebab dan gejalanya pun berbeda-beda.
"Itu hanyalah nama saja. Belum tentu orang yang mengalami hepatitis A akan mengalami hepatitis B atau C," jelas dr Irsan.
(vit/vit)











































