Terkait hal ini, dr Ardiansjah Dara Sjahrudin, SpOG dari RS Mayapada Lebak Bulus menekankan, jika belum melebihi waktu satu tahun pernikahan, maka apa yang dialami pasutri belum termasuk kategori infertilitas primer. Nah, untuk memperbesar peluang kehamilan, dr Dara merekomendasikan konsumsi antioksidan terutama vitamin E. Selain itu, disarankan melakukan hubungan suami istri setiap 2 sampai 3 hari sekali.
"Jika sudah menikah satu tahun dan belum memiliki momongan, sudah harus segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Jika terdapat kelainan pada organ reproduksi setidaknya masih cukup waktu untuk diobati," kata dr Dara dalam Live Chat yang digelar detikForum dan detikHealth bekerjasama dengan Mayapada Hospital di kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Rabu (10/8/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ingat! Pada Kasus Infertilitas, Suami dan Istri Harus Sama-sama Diperiksa
Dikutip dari who.int, definisi klinis infertilitas adalah penyakit pada sistem reproduksi yang didefinisikan dengan kegagalan mencapai kehamilan, setelah berhubungan seksual tanpa kondom selama 12 bulan atau lebih. Infertilitas juga didefinisikan sebagai ketidakmampuan pasangan yang aktif secara seksual dan tidak menggunakan kontrasepsi, untuk mencapai kehamilan dalam kurun waktu satu tahun.
Terkait kondisi ini, pihak pria bisa menjalani evaluasi menggunakan berbagai intervensi klinis dan evaluasi laboratorium dari air mani. Lalu, apa yang dimaksud dengan infertilitas primer?
"Ketika seorang wanita tidak bisa melahirkan anak baik karena ketidakmampuan untuk hamil atau tidak mampu mempertahankan kehamilannya sampai ia melahirkan bayi dalah keadaan hidup. Jadi, bagi wanita yang mengalami keguguran spontan atau melahirkan bayi dalam keadaan meninggal, tanpa pernah memiliki riwayat melahirkan bayi dalam keadaan hidup, bisa disebut mengalami infertilitas primer," tulis WHO.
Baca juga: Salut! Ketika Pasutri Tak Malu Ungkap Infertilitas yang Mereka Alami
(rdn/vit)
