Jumat, 12 Agu 2016 09:31 WIB

Setelah Tiga Bulan Berhenti Merokok, Produksi Dopamin Otak Kembali Normal

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Dopamin adalah hormon yang berkaitan dengan rasa senang dan adiksi. Contoh pada kasus seorang perokok produksi dopamin ini di otak akan berkurang semakin sering ia merokok. Dampaknya sensasi kepuasan atau rasa senang yang ditimbulkan rokok juga akan berkurang karena tubuh sudah terbiasa.

Oleh sebab itu untuk memperoleh rasa senang yang sama seperti saat pertama kali merokok, seseorang lama-kelamaan membutuhkan lebih banyak rokok. Hal Inilah yang menjadi dasar proses kecanduan membuat sulit untuk lepas.

Terkait hal tersebut peneliti dari Jerman mengatakan apabila seseorang bisa berhenti merokok setidaknya selama tiga bulan maka produksi dopamin di otak bisa pulih. Studi terbaru yang dipublikasi di jurnal Biological Psychiatry melihat efek pengurangan produksi dopamin dapat kembali normal apabila perokok mau bertahan.

Baca juga: Jangan Salah, Berhenti Merokok Malah Membuat Anda Lebih Banyak Teman

Pemimpin studi Dr Lena Rademacher of Lubeck mengatakan pindaian otak pada 15 perokok dan 30 orang nonperokok membuktikannya. Ketika pindain dilakukan pertama kali saat responden masih merokok ditemukan otak mereka memiliki pengurangan produksi dopamin sekitar 15-20 persen dibandingkan nonperokok.

Responden yang merokok kemudian diberikan terapi untuk bisa berhenti selama tiga bulan lalu diperiksa kembali. Hasilnya ditemukan tidak ada perbedaan kapasitas otaknya memproduksi dopamin dengan responden yang tidak merokok.

"Pada kasus di mana ada keadaan tertentu, abnormalitas di otak diperkirakan akan tetap ada meski sudah berhenti merokok. Sebaliknya jika fungsi dopamin bisa normal dengan berhenti merokok ini merupakan indikasi bahwa perubahan memang karena disebabkan oleh konsumsi zat," ujar Lena seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/8/2016).

Baca juga: Curhat Pria yang Lehernya Bolong karena Asap Rokok


(fds/vit)
News Feed