Sabtu, 13 Agu 2016 11:16 WIB

Tahi Lalat Ditumbuhi Rambut, Apakah Salah Satu Gejala Kanker Kulit?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Seseorang bisa saja khawatir ketika tumbuh tahi lalat disertai rambut di bagian tertentu tubuhnya. Sebab, ditakutkan tahi lalat yang seperti itu merupakan tanda kanker kulit.

Menanggapi hal ini, profesor dermatologi di University of Wisconsin School of Medicine and Public Health, Apple A. Bodemer, MD mengatakan umumnya, tahi lalat yang ditumbuhi rambut tidak bersifat kanker. Apalagi, menurutnya tahi lalat dengan rambut biasanya tumbuh normal.

"Kanker pada prinsipnya tidak tumbuh dalam struktur yang normal. Sedangkan, pertumbuhan rambut adalah proses yang normal. Jika tahi lalat terletak tepat di atas folikel rambut yang sehat, maka rambut akan tumbuh di tahi lalat tersebut," terang Bodemer, dikutip dari Prevention.

Baca juga: Hormon yang Berubah-ubah Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Kulit pada Ibu Hamil

Sebaliknya, ketika daerah tersebut mengalami kerusakan, sebut saja misalnya terdapat pertumbuhan sel kanker yang membahayakan folikel rambut, maka rambut sudah pasti tidak tumbuh. Bodemer melanjutkan, melanoma atau jenis kanker kulit yang paling mengkhawatirkan dan berpotensi mematikan bisa berkembang dari tahi lalat yang sudah ada namun berubah menjadi kanker.

"Jika tahi lalat Anda berambut, kondisi yang mesti diwaspadai yakni ketika rambut itu berhenti tumbuh. Apabila Anda mengalami itu, ada baiknya segera cek ke dokter," kata Bodemer.

Beberapa waktu lalu, dr Aung Myo, MD, MSc, Medical Director Oncology MSD menyebutkan beberapa kondisi tahi lalat tak biasa yang patut dicurigai menjadi tanda melanoma. Dikatakan dr Aung, biasanya tahi lalat berbentuk bulat atau lonjong. Pada melanoma, bentuk tahi lalat asimetris yakni bentuknya tidak beraturan.

"Kemudian, border atau pinggirannya tidak rata. Warnanya juga hitam cokelat atau bahkan biru, karena biasanya tahi lalat kan berwarna hitam atau cokelat saja. Kemudian, diameter tahi lalat yang bisa saja jadi tanda melanoma yaitu lebih dari 0,6 mm. Lama kelamaan, tahi lalat itu akan mengalami pelebaran dan menyebar dari ukuran kecil menjadi besar dalam waktu yang cukup cepat," tutur dr Aung.

Baca juga: Kampanye Dampak Buruk Sinar Matahari Digalakkan, Jumlah Kasus Melanoma Turun (rdn/vit)