"Diabetes itu bisa dibilang ibu penyakit. Kalau kena diabetes efeknya bisa bikin gigi rusak, mata juga kena, kulit, ginjal, liver bahkan jantung juga kena dampaknya," tutur Prof Nila, dalam konferensi pers Indonesia Lawan Diabetes di Hotel Pullman, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2016).
Dijelaskan Menkes Nila, hanya 10 persen pasien diabetes yang merupakan penyakit bawaan dari lahir, yakni diabetes tipe 1. Sisanya 90 persen merupakan pasien diabetes tipe 2 yang muncul akibat gaya hidup tidak sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konferensi pers Indonesia Lawan Diabetes (Foto: M Reza Sulaiman/detikHealth) |
Ancaman penyakit diabetes tidak hanya mengintai masyarakat daerah perkotaan. Menkes menyebut diabetes kini juga sudah umum ditemui di masyarakat pedesaan akibat gaya hidup sedentari (malas bergerak) yang semakin umum dilakukan.
"Saat ini 6,9 persen penduduk Indonesia mengidap diabetes. Sayangnya, yang tahu dan sadar bahwa mereka sakit itu hanya 20 persen, sangat rendah sekali," tambahnya lagi.
Baca juga: Soal Penyakit Tidak Menular, Menkes Singgung Kurangnya Konsumsi Buah dan Sayur
Dalam rangka memerangi penyakit diabetes di Indonesia, PT Kalbe Farma Tbk bermitra dengan Kementerian Kesehatan melakukan gerakan yang disebut sebagai Indonesia Lawan Diabetes. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat soal penyakit diabetes dengan harapan masyarakat dapat mencegah dirinya terserang diabetes.
Irawati Setiady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, mengatakan gerakan Indonesia Lawan Diabetes memiliki beberapa kegiatan, antara lain seminar edukasi bagi tenaga kesehatan dan masyarakat awam dan meluncurkan aplikasi digital Diabetes Solution Center.
"Gerakan ini sejalan dengan visi dan misi PT Kalbe Farma untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik, dalam hal ini fokus kepada penyandang diabetes di Indonesia," tutupnya.
Baca juga: Pola Hidup Tidak Sehat Rentan Tingkatkan Kasus Diabetes di Indonesia (mrs/lll)












































Konferensi pers Indonesia Lawan Diabetes (Foto: M Reza Sulaiman/detikHealth)