Apa itu chemoport? Perangkat ini disebut juga port kemoterapi, mediport, cancer port atau portacath. Dapat mengurangi peradangan pembuluh darah saat kemoterapi karena perangkat ini ditanam di bawah kulit, sehingga pemberian obat dengan IV (intravenous) lebih mudah dan mengurangi rasa sakit. Intinya, perangkat ini memudahkan tenaga kesehatan mencari pembuluh darah pasien.
"Secara konvensional, kita harus mencari terlebih dahulu posisi pembuluh darah pasien. Sedangkan, bila pasien menggunakan ini hanya tinggal menusuk ke alat itu saja," ungkap dr Hariadi Hadibrata, SpBT KV dalam acara bulanan pertemuan CISC (Cancer Infomation and Support Center) di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya selang tersebut, tidak ada kontak langsung ke pembuluh darah sehingga pembuluh darah tersebut tidak menjadi iritasi atau menimbulkan efek lainnya oleh obat yang diberikan," lanjut dr Hariadi yang praktik di RS Silloam Semanggi, Jakarta Pusat.
Walaupun memiliki manfaat yang baik untuk pasien kanker, chemoport ternyata memiliki dampak lain. Apa itu?
Baca juga: Makan Jadi Cara Bocah Ini Bantu Redakan Mual Setelah Jalani Kemoterapi
Dampaknya bukan ke pembuluh darah tetapi pada bahan yang digunakan tersebut sehingga membuat pasien alergi. Selain itu, perlu perawatan yang rutin karena ada masa pemakaian," jelas dr Hariadi.
Untuk perawatan, pasien harus melakukan kontrol dalam satu minggu pertama setelah pemasangan chemoport hingga luka kering. Selanjutnya perlu pembersihan perangkat tersebut sekitar 1,5 - 2 bulan sekali.
"Perawatannya itu dengan memasukkan jarum dan zat khusus kira-kira 15 menit saja di rumah sakit," tutur dr Hariadi.
Walaupun lebih umum digunakan oleh pasien kanker, namun perangkat ini bisa juga digunakan oleh pasien non-kanker yang harus sering dipasang infus.
Baca juga: Rayakan Kemoterapi Terakhir, Wanita Ini 'Dibanjiri' Mawar dari Suaminya (vit/vit)











































