Senin, 15 Agu 2016 14:40 WIB

Pekerjaan-pekerjaan Ini Paling Sering Bikin Jantung 'Merana'

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Dok PT KAI) Ilustrasi (Foto: Dok PT KAI)
Jakarta - Pernahkah terlintas di benak Anda, apakah pekerjaan yang selama ini ditekuni sudah ramah pada jantung Anda? Penelitian terbaru mengungkap, ada beberapa pekerjaan yang perlu diantisipasi terkait dengan kesehatan jantung.

Sebuah laporan yang dibuat Centers for Disease Control and Prevention baru-baru ini menemukan, ada dua jenis pekerjaan yang paling tidak sehat untuk jantung, yaitu pengemudi truk dan pekerja sosial.

Peneliti mendapatkan kesimpulan ini setelah mengamati tujuh indikator kesehatan jantung pada lebih dari 66.000 pekerja di 21 negara bagian di AS. Ketujuh indikator tersebut antara lain kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tekanan darah, kadar gula atau glukosa dalam darah, kolesterol, berat badan, dan pola makan.

Secara mengejutkan, hanya 3,5 persen pekerja yang memenuhi ketujuh metrik kesehatan jantung. Padahal mereka yang bisa memenuhi enam dari tujuh metrik ini berisiko lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung, dibandingkan yang hanya memenuhi satu atau dua metrik saja.

Yang mencolok adalah partisipan dari dua jenis pekerjaan, yaitu pekerja sosial dan mereka yang bekerja di bidang transportasi. 56 persen dari mereka rata-rata tidak memenuhi ketujuh metrik kesehatan jantung, paling hanya 1-2 saja. Artinya, pekerja di dua bidang ini paling tidak sehat jantungnya.

Sebaliknya pekerja di bidang pertanian, perikanan atau kehutanan dianggap sebagai yang paling sehat di antara semua pekerja karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan (outdoor). Begitu pula dengan mereka yang bekerja di bidang seni, desain, hiburan, olahraga dan media sebab mempunyai gaya hidup yang lebih sehat.

Lantas apa alasan jantung orang yang bekerja di bidang transportasi rentan tidak sehat? Menurut peneliti, ini karena pekerja seperti supir truk jarang melakukan aktivitas fisik akibat duduk terlalu lama dan kurang tidur, meskipun beberapa di antaranya memiliki tekanan darah dan indeks massa tubuh atau BMI-nya normal.

NY Daily News mengungkapkan, dalam laporan studi, tidak dicantumkan dengan pasti mengapa pekerja sosial memiliki jantung yang tak sehat. Diduga karena pekerja sosial biasanya stresnya tinggi tetapi penghasilannya rendah, sehingga mereka kemudian lari ke rokok atau makan makanan yang tak sehat.

Baca juga: Riset RSP Persahabatan: Sopir Gemuk Rentan Kecelakaan Akibat Microsleep

Meski begitu, nampaknya peneliti ingin mengatakan bahwa tidak ada pekerjaan yang benar-benar sehat bagi jantung. Sebab dari studi yang sama juga ditemukan, pelayan maupun orang yang bekerja di restoran cenderung merokok; kemudian orang yang bekerja dengan komputer atau hitung-hitungan cenderung tidak memiliki kadar kolesterol yang 'ideal'.

Walaupun pekerja di bidang pertanian, kehutanan dan perikanan lebih cenderung memenuhi metrik kesehatan dibanding kelompok pekerja lainnya, faktanya 84,3 persen dari mereka mengaku pola makannya tidak begitu 'ideal'. Demikian seperti dilaporkan Livescience.

Meski begitu, peneliti meyakinkan bahwa metrik jantung yang mereka buat masih bisa dimodifikasi. Artinya perubahan gaya hidup dapat mengubah skor faktor risiko jantung mereka. "Tetapi memang ada pekerjaan tertentu yang membuat pegawainya lebih sulit melakukan perubahan gaya hidup," imbuh peneliti.

Baca juga: Terpapar Sinar Matahari, Pekerja Lapangan Lebih Rentan Dehidrasi Saat Puasa (lll/vit)
News Feed