Senin, 15 Agu 2016 16:02 WIB

Setelah 6 Bulan, Virus Zika Masih Ditemukan dalam Sperma Pasien

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - World Health Organization (WHO) mengeluarkan anjuran untuk menerapkan seks aman atau puasa seks bagi orang yang baru kembali dari daerah terjangkit Zika. Alasannya karena virus penyebab kecacatan pada bayi tersebut dapat bertahan hidup di sperma dan menular lewat seks.

Agar yakin aman WHO menyarankan seks 'ditahan' hingga enam bulan karena itu adalah waktu terlama virus diprediksi dapat bertahan. Namun studi terbaru oleh peneliti di Roma, Itali, membuktikan tampaknya hal tersebut keliru.

Dokter dari Spallanzani Institute for Infectious Diseases menemukan seorang pasien pria positif memiliki virus Zika di spermanya meski sudah lewat enam bulan dari sejak menunjukkan gejala infeksi. Menurut peneliti temuan ini menunjukkan kemungkinan virus dapat berkembang biak di kelamin pria.

Baca juga: Riset: Virus Zika Bisa 'Mendekam' dalam Sperma Berbulan-bulan

"Hasil penelitian ini mengkonfirmasi bahwa virus dapat mereplikasi khususnya di saluran kelamin laki-laki dan bertahan dalam air mani," tulis tim peneliti seperti dikutip dari BBC, Senin (15/8/2016).

Peneliti mengatakan artinya potensi transmisi virus lewat hubungan seks bisa jadi lebih besar dari yang sebelumnya diperkirakan.

Juru bicara untuk WHO Christian Lindmeier mengatakan studi tersebut akan segera dipertimbangkan.

"Situasi wabah Zika masih terus berkembang secara konstan dan setiap bukti baru akan dilihat dan dievaluasi apakah bisa masuk jadi panduan atau harus direvisi," pungkas Lindmeier.

Baca juga: CDC Curigai Penularan Zika Lewat Seks Tak Selangka yang Dibayangkan (fds/vit)