Para ilmuwan dari Institute of Molecular Bioscience (IMB) menggunakan bisa tarantula untuk mengungkap mekanisme nyeri kronis pada Irritable Bowel Syndrome (IBS). Mekanisme tersebut nantinya akan menjadi pedoman untuk menciptakan obat baru yang lebih manjur dan efisien.
"Di Amerika Serikat contohnya, pengobatan nyeri kronis menghabiskan biaya US$ 600 triliun/tahun. Lebih mahal dari biaya untuk kanker, penyakit jantung, serta diabetes, dijadikan satu," salah seorang peneliti, Prof Glenn King dalam sesi 'Speed Meet IMB Scientists' di University of Queensland, Senin (15/4/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarantula Australia (Foto: AN Uyung P/detikHealth) |
Baca juga: Obat Pereda Nyeri Generasi Baru Siap Dibuat dari Bisa Tarantula
Menumbuhkan Obat dalam Tanaman
Penelitian yang tidak kalah menantang dilakukan oleh Dr Sonia Henriques, juga dari IMB. Bersama timnya, ia merancang penggunaan senyawa peptida pada tanaman untuk tujuan pengobatan. Tujuannya adalah menciptakan obat yang murah serta mudah untuk diakses.
"Pengobatan di masa depan bisa semudah mengunyah kwaci atau minum secangkir teh," jelas Dr Sonia.
Penggunaan peptida punya beberapa kelebihan, antara lain karena lebih selektif dan lebih poten. Kemungkinan juga lebih aman karena pada akhirnya akan dipecah menjadi asam amino, yang sesungguhnya adalah makanan.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Cara Bebaskan Manusia dari Nyeri (up/vit)












































Tarantula Australia (Foto: AN Uyung P/detikHealth)