Seperti disampaikan oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr HM Subuh, MPPM, jemaah haji dan petugas terkait di Arab Saudi harus waspada dan jangan menganggap enteng suhu panas ekstrem alias heat stroke.
"Jemaah di sana harus waspada terhadap hal-hal berkaitan dengan heat stroke. Petugas kita bekali alat semprotan muka. Harus saling mengingatkan bahwa haus tidak haus, jemaah harus minum minimal 2,5-3 liter per hari," tutur Subuh saat ditemui usai menghadiri upacara bendera di Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (17/8/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang mengkhawatirkan, meskipun suhu di Arab Saudi panas namun tingkat kelembabannya tinggi, sehingga orang-orang kebanyakan tidak merasa haus dan enggan minum. Padahal dengan suhu yang tinggi, rajin minum secara teratur merupakan kunci untuk menghindari dehidrasi.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek juga menuturkan hal yang sama. Udara panas yang terjadi dalam jangka panjang di Arab Saudi harus menjadi perhatian para jemaah haji.
"Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Agama supaya menyediakan air konsumsi lebih. Kita juga minta pemerintah Arab Saudi supaya area di sana disemprot dengan air dingin. Kalau bisa air zam-zamnya itu didinginkan juga. Intinya jangan lupa minum," pesan Nila.
Baca juga: Cuaca Panas Bikin Kaki Jemaah Haji Melepuh, Kemenkes: Jangan Lupa Alas Kaki
(ajg/vit)











































