Jumat, 19 Agu 2016 07:21 WIB

Laporan dari Australia

Di Laboratorium Inilah Nyamuk Ber-Wolbachia yang Dilepas di Sleman Diciptakan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: AN Uyung P/detikHealth
Jakarta - Nyamuk modifikasi yang mengandung bakteri Wolbachia dilepas di Sleman, Yogyakarta sejak 2014. Nyamuk ini diyakini ampuh mengontrol penularan virus penyebab Demam Derdarah Dengue (DBD).

Pelepasan nyamuk tersebut dilakukan sebagai bagian dari Eliminate Dengue Program (EDP). Proyek eksperimen serupa juga dilakukan di Queensland Australia, Rio de Jainero Brazil, Bello Colombia, dan Nha Trang Vietnam.

Nyamuk-nyamuk yang dilepaskan dalam uji coba tersebut berasal dari sebuah laboratorium di Monash University di Melbourne. Di laboratorium inilah nyamuk-nyamuk tersebut disuntik Wolbachia, untuk kemudian dilepaskan di berbagai lokasi yang rawan penularan Dengue.

Riset untuk mengamati keberhasilan uji coba tersebut juga dilakukan di laboratorium yang sama. Sampel nyamuk yang ditangkap dari lokasi uji coba diamati satu persatu, untuk dilihat apakah populasi nyamuk dengan Wolbachia meningkat di setiap lokasi.

Laboratorium nyamuk wolbachia (Foto: AN Uyung P/detikHealth)

Pengamatan di Cairns, di wilayah timur laut Queensland misalnya, menunjukkan bahwa bakteri Wolbachia tetap berada di level tinggi dalam populasi nyamuk. Dalam pengamatan sejak 2011, tidak ada penularan dengue secara lokal.

Sedangkan di Yogyakarta, pelepasan nyamuk dimulai sejak 2014 dan akan dilanjutkan dalam skala lebih besar pada 2016 yang diikuti dengan impact study hingga tahun 2019.

Baca juga: Cegah DBD, Pelepasan Nyamuk ber-Wolbachia di DIY Hampir Capai Target

Modifikasi nyamuk Aedes aegypti dengan disuntik Wolbachia menjadi pilihan untuk mengontrol penularan Dengue. Dibandingkan dengan modifikasi genetik, metode ini dinilai paling efisien karena Wolbachia secara alami ada pada 60 persen populasi serangga.

Nyamuk yang mengandung Wolbachia bisa terinfeksi virus Dengue tetapi tidak bisa menularkannya ke manusia. Nyamuk betina yang mengandung Wolbachia akan menghasilkan keturunan yang juga mengandung bakteri yang sama, sehingga jika Wolbachia meningkat di populasi nyamuk maka penularan Dengue di lingkungan bisa ditekan.

"Di dalam tubuh nyamuk, Wolbachia dan virus Dengue berkompetisi mendapatkan makanan untuk bisa bertahan. Dalam kompetisi, Wolbachia menang dan menge-blok virus Dengue," kata Prof Cameron Simmons dari Institute of Vector Borne Disease, ditemui di Monash University, Kamis (18/8/2016).

Laboratorium nyamuk wolbachia (Foto: AN Uyung P/detikHealth)

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa metode yang sama juga bisa dilakukan untuk mengontrol Zika, kerabat virus Dengue yang juga ditularkan lewat nyamuk Aedes. Bukti terbaru tentang hal tersebut terungkap dalam sebuah penelitian di jurnal Scientific Reports baru-baru ini.

Baca juga: Benarkah Kasus DBD Sleman Turun karena Nyamuk Ber-Wolbachia?

(up/vit)