Jumat, 19 Agu 2016 11:32 WIB

Kelembapan Udara di Saudi Tinggi, Ini Cara Cegah Mimisan untuk Jemaah Haji

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
ilustrasi jemaah hahi/ Foto: Rachmadin/detikcom ilustrasi jemaah hahi/ Foto: Rachmadin/detikcom
Jakarta - Baru-baru ini dilaporkan suhu udara di Arab Saudi mencapai 50 derajat Celcius. Meski suhu udara panas, namun kelembapan udara di sana tinggi. Nah, perbedaan kelembapan udara di Tanah Air dengan di Arab Saudi membuat jemaah haji rentan mengalami mimisan.

"Prinsipnya di sana kelembapan udaranya beda dengan di sini (Indonesia). Di sana suhu udaranya panas dan kelembapannya tinggi dan itu memengaruhi sistem lendir dan fungsi bulu hidung untuk menetralisir mukosanya," kata dr Adelena Anwar SpTHT-KL usai Peluncuran Dyson Pure Cool Link di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Terganggunya sistem lendir dan fungsi bulu hidung dalam menetralisir mukosa dikatakan dr Ade seringkali menyebabkan perdarahan pada hidung atau mimisan. Belum lagi ditambah kondisi lelah para jemaah dan suhu yang tinggi bisa meningkatkan risiko terjadinya mimisan.

Baca juga: 4 Langkah Tetap Sehat Saat Melaksanakan Ibadah Haji

Untuk menghindari mimisan, dr Ade memiliki saran yakni bagi para jemaah untuk memotong-motong handuk kecil yang tipis menjadi beberapa bagian. Ketika beraktivitas di luar, basahi handuk yang sudah dipotong-potong kecil tersebut kemudian taruh di masker.

"Itu sangat menolong karena prinsipnya dengan pakai handuk basah itu, kita melembapkan hidung. Jadi kelembapan di sistem lendir dan bulu hidung ini dipertahankan. Jangan lupa setelah dipakai sehari, cuci handuknya itu, jemur kemudian besoknya dipakai lagi nggak apa-apa. Jangan lupa maskernya kalau yang bisa dipakai berulang kali juga dicuci," tambah dr Ade yang praktik di RS Khusus THT-Bedah KL Proklamasi ini.

Nah, kelembapan udara yang tinggi membuat kebanyakan orang tidak merasa haus dan enggan minum. Padahal, dengan suhu udara yang tinggi, kurang minum bisa menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami dehidrasi. Untuk itu, beberapa waktu lalu Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr HM Subuh, MPPM mengingatkan agar jemaah rajin minum air putih.

"Jemaah di sana harus waspada terhadap hal-hal berkaitan dengan heat stroke. Petugas kita bekali alat semprotan muka. Harus saling mengingatkan bahwa haus tidak haus, jemaah harus minum minimal 2,5-3 liter per hari," tutur Subuh.

Baca juga: Cuaca Panas Bikin Kaki Jemaah Haji Melepuh, Kemenkes: Jangan Lupa Alas Kaki


(rdn/vit)
News Feed