Jumat, 19 Agu 2016 16:06 WIB

Tiba-tiba Hidung Sering Mampet, Bersin dan Mata Berair? Waspadai Alergi

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Bersin lumrah dialami seseorang. Namun, jika akhir-akhir ini Anda sering mengalami hidung mampet disertai bersin-bersin, baiknya jangan disepelekan. Bisa saja itu akibat alergi yang dialami.

dr Adelena Anwar SpTHT-KL dari RS Khusus THT-Bedah KL Proklamasi mengingatkan agar tidak menyepelekan hidung yang sering mampet, bersin, kemudian disertai mata berair. Apalagi, jika sebelumnya seseorang tak pernah mengalami kondisi seperti itu.

"Saya sering ketemu kasus keluhannya begitu. Hidung mampet, bersin, mata berair. Biasanya saya tanya itu sejak kapan terjadinya? DIkatakan beberapa bulan. terus saya tanya lagi ada yang berubah nggak dari lingkungan pasien, apa dia pindah rumah atau pindah kantor," kata dr Ade.

"Katanya nggak pindah rumah atau kantor. Tapi ternyata, ada orang yang sedang bangun rumah, di ujung jalan. Nah, tanpa disadari, Anda pagi-pagi buka jendela, debu-debu termasuk dari proses bangun rumah itu bisa masuk ke rumah dan bisa memicu alergi," tambah dr Ade dalam Peluncuran Dyson Pure Cool Link di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Ditambahkan dr Ade, pada dasarnya memang alergi yang dialami tiap orang berbeda. Sebab, sumber, jenis, dan penanganan alergi juga berbeda. Misalnya mites yang bisa berasal dari hewan peliharaan, atau bulu dari hewan peliharaan itu sendiri. Pada orang yang amat sensitif, kucing atau kecoa yang sekadar lewat saja dikatakan dr Ade bisa memicu bersin-bersin.

Baca juga: Studi: Punya Hewan Peliharaan Bisa Kurangi Alergi pada Anak

Lantas bagaimana dengan deterjen atau pengharum ruangan? Pada beberapa orang, memang bisa memicu alergi. Tetapi karena deterjen dan pengharum ruangan merupakan zat kimia, maka yang terjadi umumnya alergi kontak. Meskipun, reaksi alergi juga bisa timbul ketika seseorang hanya mencium bau dari produk tersebut.

"Tapi itu sifatnya individual. Contohnya kayak orang ngecat pakai thinner, itu kalau menghirup bau thinnernya, bisa bikin orang sesak napas. Saat partikelnya menyerang orang yang sensitif, masuk ke hidung, diisap, masuk ke paru-paru, bisa sesak napasnya," tambah dr Ade.

Secara teori, alergi yang dialami seseorang 50 persen karena keturunan. Namun, manifestasinya tergantung masing-masing individu di mana reaksi alergi bisa muncul sejak kecil atau justru setelah dewasa.

"Menghindari alergi supaya nggak gampang kambuh kuncinya cuma satu, fisik. Kalau sistem imun terganggu, sistem alerginya menguat. Pada anak usia 8 sampai 11 tahun dan orang lanjut usia kalau imunitasnya turun, dia nggak fit, alerginya bisa gampang kambuh," tutup dr Ade.

Baca juga: 5 Keluhan yang Menandakan Tubuh Punya Alergi


(rdn/vit)