Catat, Ini Pentingnya Melakukan Tes Alergi

Catat, Ini Pentingnya Melakukan Tes Alergi

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 19 Agu 2016 17:32 WIB
Catat, Ini Pentingnya Melakukan Tes Alergi
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Seseorang bisa mengetahui apakah ia memiliki alergi tertentu dengan melakukan tes alergi. Sebenarnya, seberapa pentingkah dilakukan tes ini?

"Saya anggap itu penting karena tidak semua orang sama tipe alerginya. Jadi alergi ada macam-macam jenis dan sumbernya. Dan terapi alergi paling utama adalah avoidance, dihindari pencetusnya. Jadi tes alergi memang penting banget," tegas dr Adelena Anwar SpTHT-KL dari RS Khusus THT-Bedah KL Proklamasi kepada wartawan baru-baru ini.

Dengan melakukan tes alergi, bisa diketahui apa alergi yang dialami sehingga, bisa dihindari pencetusnya. Memang, dikatakan dr Ade alergi tidak akan hilang. Tetapi, manifestasinya tergantung pada kondisi fisik masing-masing individu. Contohnya pada wanita, kurang tidur, stres, dan sedang menstruasi bisa mempermudah alergi kambuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Dokter Kulit: Gatal di Kumis Lebih Sering karena Alergi

Nah, jika hendak melakukan tes alergi, terutama pada anak, disarankan jika anak sudah berusia 8 tahun lebih. Sebab pada anak di bawah usia 8 tahun, belum terlihat jelas apa alergen yang bisa mencetuskan alergi padanya. Sehingga, dinilai lebih efektif ketika tes alergi dilakukan di atas usia 8 tahun.

"Kalau anak kecil kan paling sering alergi cokelat, malt. Nah, nanti pas dia dites alergi padahal umurnya belum 8 tahun, bisa berubah alergennya. Yang terpenting, pada anak jauhkan dulu asupan seperti itu. Kalau saya biasanya saya suruh trial. Setop dulu konsumsi cokelat dan lainnya selama seminggu habis gitu kasih lagi, kalau nggak ada reaksi ya berarti yang lain penyebab alerginya," terang dr Ade.

Tes alergi juga dikatakan dr Ade tidak murah. Untuk mengecek 20 item pencetus alergi, setidaknya dibutuhkan biaya Rp 500 sampai 600 ribu. Prosedur tes alergi yakni ada alat khusus yang akan membuat seperti garis di tangan. Kemudian, di tiap garis tersebut diberi satu alergen lalu dilihat apakah ada perubahan pada kulit.

Jika memang alergi, biasanya ada lingkaran merah yang diukur seberapa besar lingkaran tersebut. Nantinya, ada ukuran positif 1, positif 2, dan seterusnya. "Nah yang dianggap bereaksi ekstrem itu yang mana, ada lagi aturan mainnya," imbuh dr Ade.

Baca juga: 4 Alergi Aneh Tapi Nyata: Olahraga, Pakaian Dalam, Hingga Air


(rdn/vit)

Berita Terkait