Ini Pentingnya Rutin Mencuci Masker Kain

Ini Pentingnya Rutin Mencuci Masker Kain

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Sabtu, 20 Agu 2016 13:20 WIB
Ini Pentingnya Rutin Mencuci Masker Kain
ilustrasi pria bermasker (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Memakai masker, baik yang sekali pakai atau yang terbuat dari bahan kain dan dapat dipakai berulang kali bisa jadi salah satu cara meminimalisir paparan polusi udara. Dokter pun punya pesan terkait penggunaan masker ini.

Seperti penuturan dr Adelena Anwar SpTHT-KL dari RS Khusus THT-Bedah KL Proklamasi, memang jika memungkinkan amat disarankan menggunakan masker sekali pakai. Karena, semakin lama masker digunakan, pastinya akan semakin banyak paparan kuman atau bakteri yang berasal dari lingkungan luar terhadap masker tersebut.

"Untuk yang bisa dipakai berkali-kali, jangan lupa rutin dicuci. Kalau pakai masker yang bisa digunakan berkali-kali tapi nggak dicuci tetap aja ada kontaminasi dari luar terus dari ingus kita misalnya," tutur dr Ade usai Peluncuran Dyson Cool Pure di Grand Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya bisa mencuci masker setiap digunakan selama satu hari atau setidaknya dua hari sekali, hal itu akan lebih baik. Intinya, hindari penggunaan masker yang sama berulang-ulang dalam waktu yang terlalu lama. Untuk mencuci masker pun tak perlu cara khusus. Hal terpenting gunakan sabun. Tujuannya, agar kuman atau bakteri yang menempel di masker bisa mati.

Beberapa waktu lalu, Dr Budi Haryanto, SKM, MSPH, MSc, Peneliti Perubahan Iklim dan Kesehatan Lingkungan dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa masker memang dapat menjadi solusi untuk mengurangi pengaruh buruk polusi udara. Namun harus diperhatikan, tidak semua masker dapat memberikan hasil maksimal.

Baca juga: Gampang Ribut di Jalan Adalah Pengaruh Polusi Asap Knalpot

"Masker yang tipis yang dijual harga Rp 3 ribu - Rp 5 ribu itu kurang bagus. Karena partikel debu sampai 10 mikron saja masih bisa tembus. Yang bagus itu masker yang tebal, yang ada moncongnya sedikit dan berwarna putih," tutur Budi, merujuk pada masker N95 yang biasa digunakan oleh petugas kesehatan.

Menurut Budi, masker yang baik adalah masker yang mampu menyaring partikel debu hingga ukuran paling kecil. Sebabnya, partikel debu dengan ukuran 10 mikron saja bisa menyebabkan batuk ataupun hidung tersumbat. Dan partikel yang lebih kecil lagi, ukuran 2,5 mikron, dapat masuk ke saluran bronchi dal alveoli di paru-paru dan menyebabkan asma.

Penggunaan masker ini pun tak bisa digunakan secara terus menerus. Meski sudah menggunakan masker yang baik, ada baiknya mengganti masker secara berkala, minimal setiap satu minggu sekali.

Baca juga: Bengek karena Rokok Atau Asap Knalpot? Alat Ini Tahu Bedanya (rdn/vit)

Berita Terkait