dr Robert Szabo, ahli bedah tangan dari UC Davis Medical Center percaya kebiasaan ini merugikan kesehatan seseorang. Namun di antara stafnya, ada salah seorang perawat andalannya yang sangat suka melakukan kebiasaan itu. Sampai-sampai Szabo dibuat jengkel karenanya.
Tiap kali diingatkan, si perawat tetap saja membandel. Ia malah menantang Szabo untuk membuktikan perkataannya. Hingga kemudian Szabo diajak koleganya dr Robert Boutin, ahli radiologi dari UC Davis untuk melakukan riset terkait kebiasaan menggemeretakkan tangan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pembanding, peneliti juga meminta orang yang tidak memiliki kebiasaan menggemeretakkan tangan untuk melakukan hal itu, agar tahu perbedaan kondisi sendi di antara kedua kelompok.
Peneliti juga sengaja melihat apakah ada efek samping dari kebiasaan itu, semisal tangan membengkak atau berkurangnya kekuatan genggaman tangan. Total ada 400-an hasil ultrasound yang diamati Boutin dan Szabo.
Namun betapa terkejutnya Szabo ketika melihat hasil studinya. Mereka yang mempunyai kebiasaan menggemeretakkan tangan dilaporkan tidak mengalami masalah apapun pada persendian tangannya. Bahkan ternyata aktivitas ini dapat menambah rentang gerak persendian pada jari-jari tangan, dan hal ini tidak ditemukan pada mereka yang tidak mempunyai kebiasaan tersebut.
"Ketika digemeretakkan, dua permukaan sendi akan tertarik sehingga tekanan pada sendi berkurang. Hal ini memicu gas yang larut bersama cairan sendi menjadi lepas. Inilah yang membuat rentang gerak sendi bertambah karena tekanannya diturunkan," jelas Boutin seperti dilaporkan CNN.
Baca juga: Ini Sebabnya Mengapa Jari Bisa Berbunyi Ketika Digemeretakkan
Menariknya, tak ada yang tahu mengapa kebiasaan ini dianggap buruk. Dr Greg Kawchuk, pakar rehabilitasi fisik dari University of Alberta mengaku tak tahu-menahu dari mana asalnya rumor ini.
"Kami mendengar dari banyak orang. Ada yang bilang ini melegakan, tetapi ada juga yang tidak suka. Tapi saya kira ini karena mereka tak tahan dengan suaranya"
Boutin dan Szabo sendiri mengakui studi mereka belum final karena hanya dilihat dalam jangka pendek saja. Bisa jadi hasilnya berbeda bila riset dilakukan dalam rentang waktu yang lebih panjang.
Baca juga: Krek, krek! Kenapa Sih Gemeretakkan Jari Tangan Terasa Enak? (lll/vit)











































