ADVERTISEMENT

Senin, 22 Agu 2016 16:31 WIB

Good Food, Good Life

Ini Pentingnya Pilih Produk Makanan yang Rendah Gula

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Manisnya gula bisa membuat seseorang terlena. Akibatnya konsumsi gula pun jadi berlebihan. Padahal ada sederet risiko yang menghantui akibat terlalu banyak mengonsumsi gula.

Terlalu banyak mengonsumsi gula bisa membuat seseorang rentan terkena diabetes. Tak cuma itu konsumsi gula berlebihan juga bisa mengakibatkan obesitas.

Mengingat risiko serius yang diakibatkan gula, namun bukan berarti serta-merta menjauhi gula sama sekali. Sebab gula tetap memiliki manfaat bagi tubuh. Misalnya saja gula bermanfaat untuk mencegah pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi pada kondisi kekurangan karbohidrat. Selain itu juga mencegah keadaan ketosis akibat pemecahan lemak lantaran kekurangan karbohidrat.

Perlu diingat, konsumsi gula seseorang dalam sehari bisa jadi berlebihan akibat dari kandungan gula aneka produk makanan atau minuman yang banyak dijual di pasaran. Misalnya saja dari kopi instan, sereal kemasan dan sebagainya.

Karena itu penting untuk memperhatikan label produk makanan atau makanan sebelum Anda membelinya. Jadi label nilai gizi di kemasan produk makanan atau minuman itu bukan sekadar hiasan. Karena dari sana, Anda bisa membandingkan jumlah energi, protein, karbohidrat dan lemak dalam produk berbeda. Informasi ini biasanya diberikan untuk setiap takaran saji.

Bahkan ada beberapa merek tertentu yang menyediakan informasi nutrisi tambahan seperti jumlah serat, sodium, gula maupun asam lemak jenuh.

Baca juga: Baca Label Makanan Sebelum Mengonsumsi Bisa Hindarkan Diri dari Kematian

Perlu diketahui saat ini beberapa produk telah memiliki komitmen untuk mengurangi kandungan gula demi membantu mempromosikan diet sehat. Bahkan ada pula yang tak sekadar mencantumkan informasi nutrisi di kemasan produk, namun juga menampilkan suatu isu yang menjadi perhatian publik seperti jumlah lemak, gula atau garam yang terkandung di dalam produk.

Nah, pengurangan kandungan gula pada produk makanan diharapkan bisa ampuh menekan situasi yang sudah mewabah seperti obesitas.

Dikutip dari situs nestle.com, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan tidak lebih dari 10 persen kalori dalam makanan yang diasup haruslah bebas gula. Apalagi di banyak negara asupan gula saat ini berada di atas batas yang telah direkomendasikan. Akibatnya terjadi peningkatan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, obesitas dan penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Tempel Stiker Emoji Pada Makanan Bisa Bantu Anak Makan Lebih Sehat (vit/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT