Namun bukan hanya itu saja alasannya. Sebuah studi mengungkap musisi tertentu, utamanya musisi alat musik tiup, dihantui sebuah kondisi langka akibat kontak langsung dengan instrumen yang jarang dibersihkan, baik itu trompet, saksofon maupun seruling.
Dipublikasikan dalam jurnal Thorax baru-baru ini, kondisi fatal dialami seorang pasien pria berumur 61 tahun asal Inggris. Awalnya dokter dari Wythenshawe Hospital, Manchester menemukan adanya kerusakan paru-paru yang buruk pada si pasien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Bagpipe lung' merupakan sebuah kondisi di mana seseorang menghirup patogen dari instrumennya, yang kemudian memicu peradangan pada paru-parunya. Namun karena sering tak disadari, lama-kelamaan terjadi perlukaan pada paru-paru yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi.
Baca juga: Gitaris Rock Kena Tumor Langka, Mungkinkah Gara-gara Musiknya?
Untuk memastikan apa penyebab kerusakan paru-paru si pasien, tim dokter lantas membawa bagpipes miliknya ke laboratorium. Benar saja, dari hasil pemeriksaan terungkap, instrumen tiup milik pasien dipenuhi oleh beberapa jenis jamur dan cendawan, khususnya yang dapat memicu gangguan pada paru-paru.
"Sayangnya dalam kasus ini kerusakan yang diakibatkan terlanjut fatal. Andai saja bisa didiagnosis sejak dini, maka pasien masih bisa disembuhkan," kata dr Jenny King, salah satu anggota tim dokter yang merawat pasien seperti dilaporkan BBC.
Tim dokter semakin yakin ketika mendapati fakta lain bahwasanya pria ini sudah lama mengeluh tak enak badan, bahkan selama bertahun-tahun. Kecuali ketika ia sedang bepergian ke luar negeri selama beberapa bulan dan meninggalkan instrumen kesayangannya di rumah.
Menurut King, organisme yang menyebabkan 'bagpipe lung' sebenarnya tinggal melayang-layang di udara, dan jarang ditemukan dalam kadar tinggi, apalagi sampai mengakibatkan masalah. "Tapi memang pada orang-orang tertentu seperti pekerja di lahan pertanian atau mereka yang sering terpapar jerami yang sudah berjamur, kondisi ini memang lazim terjadi," lanjutnya.
Malang tak dapat ditolak. Paru-paru si pasien kadung rusak dan tidak dapat disembuhkan. Kondisinya pun memburuk dan ia menghembuskan napas terakhirnya beberapa pekan setelah penyebab penyakitnya ketahuan.
King dan pakar lain mendesak agar musisi bersikap ekstra higienis untuk urusan merawat instrumennya. Kalaupun ada musisi yang mengalami gejala seperti sesak napas dan batuk, bisa jadi itu ada kaitannya dengan 'bagpipe lung' dan kondisi sejenis.
Baca juga: Pria Ini Kena 'Saxophone Lung' Akibat 30 Tahun Tak Bersihkan Klarinetnya (lll/vit)











































