Prof dr Faisal Yunus, SpP(K), MD, PhD, dari RS MH Thamrin, Jakarta menjelaskan asma adalah penyakit kronis saluran napas yang disebabkan inflamasi atau peradangan pada saluran napas. Akibatnya saluran napas sensitif terhadap berbagai stimulan.
"Jadi kalau ada stimulan, bahan-bahan yang memengaruhi napas, dia (saluran) menyempit dengan gejala-gejala seperti batuk-batuk, sesak napas, napas berbunyi, terasa berat di dada," ujar Prof Faisal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Penjelasan Dokter Soal Asma yang Bisa Akibatkan Kematian Mendadak
"Bisa juga alergen itu karena serbuk sari, biasanya di tempat-tempat waktu musim gugur kan bunga-bungannya gugur, jadi orang-orang asmanya kambuh," lanjut Prof Faisal.
Selain itu pemicu kekambuhan asma bisa karena bulu-bulu binatang, tungau, maupun debu. Aktivitas fisik yang berlebihan juga bisa menyebabkan kekambuhan asma pada beberapa pasien.
"Bisa juga karena perubahan cuaca, dari hujan ke panas, dan panas ke hujan. Biasanya pada masa pancaroba jadi kena hujan, lalu kambuh," tambahnya.
Infeksi saluran napas dan letupan emosi pun bisa mengakibatkan kambuhnya asma. Pemicu lainnya adalah karena zat iritan, asap rokok dan asap kendaraan, bau-bauan, cat dan tempat sampah.
"Semua itu individual tergantung orangnya, jadi setiap orang berbeda," tegas Prof Faisal.
Baca juga: Asma Kalau Dibiarkan Bisa Berujung Kematian
(vit/up)











































