Kulit Putih Bukan Jaminan Awet Muda

Kulit Putih Bukan Jaminan Awet Muda

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 27 Agu 2016 11:12 WIB
Kulit Putih Bukan Jaminan Awet Muda
Foto: iStock
Jakarta - Menurut studi, panjang tidaknya umur seseorang ditentukan oleh banyak hal, salah satunya karena warna kulit. Mereka yang berkulit cerah atau putih memang diuntungkan dari penampilan luarnya, tetapi bila dikaitkan dengan 'bakat' awet muda, yang berkulit cokelat adalah yang paling untung.

Riset terbaru dari UCLA mengungkap, orang Latin mengalami penuaan paling lambat di antara etnis-etnis lainnya.

Temuan ini muncul setelah peneliti menganalisis 18 set sampel DNA dari 6.000-an orang yang terdiri atas berbagai etnis: Afrika, Afro-Amerika, Kaukasia, Asia Timur, Latin dan suku tertentu yang masih memiliki keterikatan genetik dengan orang Latin yang disebut Tsimane. Suku ini tinggal di Bolivia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti sendiri mengaku terkejut ketika awalnya mengamati DNA partisipan untuk mengetahui kondisi imun mereka. Ternyata tiap etnis memiliki perbedaan yang mencolok, terutama dalam hal 'jam epigenetiknya', penanda biologis terkait proses penuaan.

Setelah mengesampingkan komposisi selnya, peneliti sampai pada kesimpulan bahwa orang Latin dan Tsimane menua lebih lambat ketimbang etnis lainnya. Bahkan orang Tsimane mengalami penuaan lebih lambat dibanding Latin.

Bila diterjemahkan dalam usia biologis, orang Tsimane berusia dua tahun lebih muda dari Latin dan empat tahun lebih muda dari Kaukasian.

Menariknya, makin lambat penuaan yang terjadi pada orang Tsimane dan Latin juga menunjukkan rendahnya risiko penyakit kronis yang menghampiri mereka, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, obesitas atau penggumpalan darah.

"Dugaan kami, lambatnya penuaan tadi membantu menetralisir tingginya risiko kesehatan mereka, utamanya yang berkaitan dengan obesitas dan peradangan," simpul peneliti Steve Horvath seperti dikutip dari ucla.edu.

Padahal orang-orang Latin umumnya mempunyai prevalensi yang tinggi pada kondisi kronis seperti obesitas, diabetes dan penyakit lainnya.

Centers for Disease Control and Prevention juga memastikan, orang-orang Hispanik yang tinggal di AS rata-rata berumur tiga tahun lebih lama daripada Kaukasian, dengan usia harapan hidup mencapai 82 tahun dibandingkan Kaukasian yang hanya 79 tahun.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Public Health juga menyebut, orang dewasa yang sehat juga menghadapi risiko kematian 30 persen lebih rendah daripada etnis lainnya.

Baca juga: Penuaan Tidak Perlu Disikapi Negatif, Itu Bikin Stres

Beberapa waktu lalu, dr Susie Rendra, SpKK dari RS Pondok Indah - Puri Indah mengatakan orang berkulit putih memang lebih cepat mengalami penuaan karena kulit mereka tergolong tipe rendah. Dari 6 tipe kulit manusia, kulit putih masuk ke tipe 1-3. "Semakin rendah tipe kulitnya, maka semakin sedikit kadar pigmennya," paparnya.

Pigmen yang dimaksud adalah melamin yang berfungsi melindungi kulit dari efek buruk matahari. Melamin dalam kulit manusia terbagi menjadi dua: eumelamin dan pheomelamin. Bedanya, orang berkulit gelap mempunyai pigmen eumelamin lebih banyak daripada kulit putih, padahal melamin inilah yang lebih berperan dalam menangkal efek buruk dari sinar matahari.

Baca juga: Ini Sebabnya Orang Berkulit Putih Bisa Lebih Cepat Alami Penuaan (lll/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads