"Dari kalangan manapun, masyarakat hampir 100 persen selalu telat membawa pasien ke rumah sakit karena nggak mengenali stroke dan nggak ada transportasi ke rumah sakit, termasuk (kondisi jalan yang) macet," tutur dr Muhammad Rhadian Arief, SpBS dari RS Medistra kepada detikHealth baru-baru ini.
Selain itu, dokter yang akrab disapa dr Andra ini mengatakan masih banyak masyarakat yang menggunakan paham tradisional atau alternatif. Ia mencontohkan banyak pasien yang hanya diminyaki tubuhnya untuk dikerok hingga dibekam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Hati-hati, Sering Typo Saat Ngetik SMS Bisa Jadi Pertanda Stroke
dr Andra mengatakan satu-satunya obat bagi pasien yang terserang stroke adalah mengalirkan darah kembali ke otak untuk mencegah kerusakan permanen. Sehingga, ketika ada kerabat, teman, atau orang lain yang terkena stroke, dr Andra mewanti-wanti untuk membawa segera pasien ke rumah sakit.
"Kita mensosialisasikan hanya sampai batas kenali gejala stroke. Kenapa? karena kita berharap keluarga atau teman yang dekat dengan korban untuk segara membawa ke rumah sakit. Namun ini masih belum tercapai, sehingga banyak yang akhirnya sampai rumah sakit udah telat," imbuh dr Andra
Baca juga: Cara Meminimalkan Kerusakan Tubuh Setelah Stroke
(rdn/up)











































